Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik Grup Barito Pacific. Foto: PT Barito Pacific Tbk.

Salah satu pabrik Grup Barito Pacific. Foto: PT Barito Pacific Tbk.

BIAYAI PLTU JAWA 9 DAN 10

Barito Pacific Beri Pinjaman US$ 252,7 Juta ke Indo Raya Tenaga

Jumat, 17 Juli 2020 | 18:19 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sepakat mengucurkan pinjaman senilai US$ 252,7 juta kepada anak usaha tidak langsung, PT Indo Raya Tenaga. Pinjaman ini merupakan bagian dari paket pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 9 dan 10 di Suralaya, Banten.

Perjanjian pinjaman pemegang saham ini ditandatangani Barito Pacific dan Indo Raya Tenaga pada 15 Juli 2020. Barito Pacific melalui anak usahanya menguasai 34% saham Indo Raya Tenaga, sisanya 51% saham dikuasai PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan 15% saham milik Korea Electric Power Corp (Kepco).

Investor Relations Barito Pacific Gaurav Yadav mengatakan, perseroan berkomitmen turut berperan dalam membantu PLN memodernisasi basis pembangkit listrik tenaga batu bara Indonesia yang terpasang. Pada gilirannya, proyek ini dapat membantu Indonesia dalam mengurangi emisi rumah kaca sebesar 25% pada 2025, sejalan dengan kesepakatan perubahan iklim di dalam Paris Accord. “Pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara yang berteknologi maju dan berwawasan lingkungan adalah salah satu langkah penting ke arah itu,” kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (17/7).

Seperti diketahui, proyek PLTU Jawa 9 dan 10 merupakan PLTU berkapasitas 2x1.000 megawatt (MW) berteknologi ultra super critical. Teknologi ini dinilai mengonsumsi jauh lebih sedikit batu bara dibandingkan dengan unit sub-critical yang telah ada. Karena itu, pembangkit listrik Jawa 9 dan 10 berpotensi mengeluarkan emisi yang lebih rendah dan menyediakan listrik yang lebih murah untuk Indonesia selama beberapa dekade mendatang.

Selain pada proyek listrik ini, Barito memiliki Star Energy yang merupakan produsen tenaga panas bumi terbesar di Indonesia dan terbesar ketiga di dunia dengan kapasitas terpasang sebesar 875 MW. “Kami juga tetap berkomitmen untuk terus memperluas proyek-proyek berbasis energi terbarukan di tahun-tahun mendatang,” kata Gaurav.

Tahun ini, Barito Pacific mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 185 juta. Perseroan tetap optimistis menghasilkan kinerja yang baik di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Barito Pacific David Kosasih mengatakan, penyesuaian capex paling banyak terjadi pada anak usaha perseroan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), lantaran penyesuaian jadwal ekspansi pabrik CAP II. Sedangkan anak usaha perseroan lainnya, yakni Star Energy Group Holdings Pte Ltd, juga melakukan penundaan jadwal sejumlah program kerja menjadi tahun depan lantaran pandemi Covid-19.

Adapun kegiatan panas bumi Star Energy dinilai memberikan tingkat pendapatan dan EBITDA yang stabil, serta tren peningkatan laba bersih yang disebabkan oleh tren penurunan biaya bunga. Star Energy berhasil melaksanakan pemadaman terkait wabah Covid-19 atas tiga aset operasionalnya, yaitu Wayang Windu, Salak dan Darajat, dengan tetap mempertahankan tingkat kapasitas sebesar lebih dari 95%.

Sementara itu, Chandra Asri tetap menjalankan proyek perluasan pabrik MTBE dan Butene-1 sebagaimana mestinya dengan target penyelesaian pada kuartal III-2020. Chandra Asri juga siap menuntaskan proyek Enclosed Ground Flare pada kuartal IV-2020.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN