Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik Grup Barito Pacific. Foto: PT Barito Pacific Tbk.

Salah satu pabrik Grup Barito Pacific. Foto: PT Barito Pacific Tbk.

Barito Pacific Raih Dividen dari Star Energy dan 'Buyback' Saham

Rabu, 4 November 2020 | 22:30 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) segera mengantongi dividen dari Star Energy Geothermal (Salak-Darajat) BV sekitar US$ 52 juta sebelum menutup tahun ini. Sementara itu, Barito Pacific siap membeli kembali (buyback) saham perseroan sampai akhir Desember 2020.

Direktur Keuangan Barito Pacific David Kosasih mengatakan, Star Energy yang merupakan anak usaha perseroan di sektor panas bumi menghasilkan pendapatan dan EBITDA yang stabil, serta tren peningkatan keuntungan bersih hingga kuartal III-2020.

Pihaknya optimistis dividen Star Energy yang masuk ke kas perseroan akan memperkuat likuiditas. Selain itu, tren perbaikan margin bisnis petrokimia oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) juga diharapkan berkontribusi positif terhadap kinerja Barito Pacific hingga akhir tahun ini.

“Kami juga punya dana yang cukup untuk buyback saham sampai akhir Desember tahun ini, anggarannya Rp 1 triliun. Nanti kami umumkan realisasinya setelah periode buyback berakhir,” kata David saat conference call, Rabu (4/11).

Adapun hingga September 2020, Barito Pacific membukukan laba bersih US$ 11,3 juta, jauh lebih baik dibandingkan hingga Juni 2020 yang mencatatkan rugi bersih US$ 8,9 juta. Sedangkan laba bersih secara konsolidasi mencapai US$ 76 juta hingga September 2020.

Namun, pendapatan bersih perseroan secara konsolidasi turun 6% menjadi US$ 1,66 miliar hingga kuartal III-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 1,77 miliar. Pendapatan bersih dari kegiatan petrokimia turun 8,7% secara tahunan menjadi US$ 1,26 miliar dari US$ 1,38 miliar.

Penurunan pendapatan bisnis petrokimia mencerminkan rata-rata harga jual yang lebih rendah terhadap seluruh produk, yakni US$ 780 per ton hingga kuartal III-2020 dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 996 per ton. Sedangkan volume penjualan meningkat 17% secara tahunan dari 1.394 kilo ton menjadi 1.626 kilo ton.

Pendapatan anak usaha perseroan, yaitu Star Energy Geothermal, juga meningkat 4,2% hingga kuartal III-2020 dibandingkan periode sama tahun 2019. Hal ini umumnya disebabkan produksi listrik dan uap yang lebih tinggi dari lebih rendahnya pemadaman yang direncanakan atau tidak direncanakan pada 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Lebih lanjut, beban keuangan Barito Pacific turun 2,8% menjadi US$ 138 juta dari US$ 142 juta. Penurunan disebabkan oleh menurunnya pokok pinjaman Star Energy, pembayaran sebagian pokok pinjaman Chandra Asri, pembayaran sebagian pokok obligasi sebesar US$ 20,5 juta, dan total pembayaran utang oleh PT BWL sebesar US$ 45 juta.

Pelunasan utang tersebut diimbangi dengan pinjaman baru dari perseroan sebesar US$ 183,8 juta, penerbitan obligasi Chandra Asri sebesar Rp 1,75 triliun, dan pinjaman baru dari Bank Permata sebesar US$ 73,4 juta.

Menurut David, Barito Pacific beserta anak-anak usahanya tetap menjalankan proyek dan program kerja di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Hingga September, perseroan telah mengeluarkan belanja modal US$ 120 juta, terutama untuk menyelesaikan pabrik-pabrik Chandra Asri,” jelas dia.

Pada September tahun ini, Chandra Asri mampu menyelesaikan pembangunan pabrik Methyl Tert-butyl Ether (MTBE) dan Butene-1, yang pertama di Indonesia, dengan anggaran dan jangka waktu yang telah ditetapkan, terlepas dari tantangan pandemi. Penyelesaian kedua pabrik tersebut menambah total kapasitas produksi Chandra Asri menjadi 4,2 juta ton per tahun dan menandai penyelesaian master plan integration Chandra Asri tahun 2015-2020.

Sementara itu, total aset Barito Pacific mencapai US$ 7,27 miliar hingga 30 September 2020, meningkat 1,2% dibandingkan akhir 2019 yang senilai US$ 7,18 miliar. Total liabilitas turun 3% menjadi US$ 4,29 miliar hingga 30 September 2020 dibandingkan akhir 2019 yang sebesar US$ 4,42 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN