Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Motor listrik luxury series produksi  PT Gaya Abadi Sempurna

Motor listrik luxury series produksi PT Gaya Abadi Sempurna

Baru IPO, Gaya Abadi Langsung Rencanakan Bagi Dividen

Thereis Kalla, Senin, 7 Oktober 2019 | 22:38 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) akan langsung membagikan dividen berdasarkan laba bersih tahun buku 2019, maksimal sebesar 25%, pada tahun depan.

DIrektur Operasional Gaya Abadi Sempurna Wilson Teoh mengungkapkan, penerbitan peraturan presiden nomor 55 tahun 2019 mengenai kendaraan listrik akan mendorong naiknya kinerja perseroan, sehingga mampu memberikan dividen bagi pemegang saham. 

"Terkait perpres tersebut, sudah banyak instansi pemerintah yang dianggarkan untuk memakai kendaraan listrik. Jadi, kita sudah melihat dan merasakan euforia dari kendaraan listrik ini," ungkapnya seusai pencatatan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (7/10).

Wilson menambahkan, kinerja positif perseroan selama tahun ini juga akan menambah optimisme tersebut. Adapun pada kuartal I-2019, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 100,2 miliar, naik 19,12% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 84,12 miliar. Laba bersih tahun berjalan naik 28,21% menjadi Rp 6,94 miliar, dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 5,42 miliar.

Target Laba dan Pendapatan 
Sementara itu, perseroan menargetkan pada tahun depan akan membukukan pendapatan sebesar Rp 530 miiar dan laba bersih sebesar Rp 40 miliar. Target pendapatan tersebut naik 29% dibanding target revenue tahun ini sebesar Rp 408 miliar.

Pada tahun ini, Gaya Abadi Sempurna juga telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditurecapex) sebesar Rp 5,29 miliar. Hingga September 2019, perseroan telah menyerap 80% capex

"Melihat kapasitas produksi kami masih belum maksimal dan utilisasinya juga belum maksimal, maka capex kami manfaatkan untuk pengembangan lokasi storage, untuk ruang material kami dan finished good kami, jadi lebih mengarah kepada gudang," ujar Wilson.

Lebih lanjut Wilson menjelaskan, capex tahun depan akan dianggarkan dengan nilai yang tak jauh beda dengan tahun ini. Capex ini dialokasikan ke prasarana distribusi, untuk kendaraan, dan juga perluasan gudang.  

Menurut Wilson, industri kendaraan listrik ke depan memiliki peluang bisnis yang besar. Masih sedikitnya produsen kendaraan listrik membuat perseroan memiliki pangsa pasar yang luas, dengan kompetitor yang sedikit.

"Potensi ke depan, kami memanfaatkan situasi yang ada, kapasitas produksi kami baru sepertiga dari yang kami bisa. Jadi kelihatannya besar sekali, kami butuh modal kerja untuk produksi yang lebih besar," paparnya.

Bahan Baku Impor
Sementara itu, Direktur Utama Gaya Abadi Sempurna Edi Hanafiah Kwanto menuturkan, dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham akan digunakan untuk membeli bahan baku impor dan pemberian pinjaman kepada anak perusahaan. Emiten yang bergerak di bidang usaha perdagangan komponen elektronik ini memiliki anak usaha yang memproduksi dan menjual kendaraan listrik, yaitu PT Juara Bike.

Melalui Juara Bike, perseroan telah memiliki kapasitas produksi sepeda listrik dan sepeda motor listrik yang mencapai 4.000 unit per bulan. Pada tahun ini, perseroan memproyeksikan kapasitas produksi mampu mencapai 48 ribu unit sampai 50 ribu unit hingga akhir tahun. "HIngga kuartal ketiga, produksi kami masih on the track sesuai target," tutur Wilson.

Wilson menargetkan, pada tahun depan, pencapaian kapasitas produksi Juara Bike akan meningkat menjadi 1,5 kali dibanding tahun ini atau sekitar 75 ribu unit. "Target tersebut komposisinya campur, 80% sepeda listrik dan 20% sepeda motor listrik, penjualan per bulannya," ujarnya.

Berdasarkan riset internal, menurut Wilson, pangsa pasar perusahaan telah mencapai di atas 50% di Indonesia. "Pesaingnya belum banyak, lebih terkonsentrasinya di Pulau Jawa. Kami juga ada penjualan melalui internet, sehingga yang di luar Jawa juga bisa beli," ungkapnya.

Di sisi lain, Wilson mengharapkan dukungan pemerintah untuk memberikan arahan yang lebih jelas ataupun turunan dari perpres yang baru terbit itu. "Supaya mempercepat proses adopsi ke perda kendaraan listrik," imbuh Wilson.

Ia juga menjelaskan, industri kendaraan listrik yang masih baru di dalam negeri menuntut perusahaan untuk melakukan impor, untuk beberapa komponen penunjang sepeda listrik. Wilson berharap, ke depan, ada industri pendukung di dalam negeri sehingga perusahaan tidak perlu melakukan impor bahan baku.

"Kalau ada industri pendukungnya, kita tak perlu impor. Sehingga, harga penjualan kita bisa lebih kompetitif," ujarnya.

Oversubscribed 108,52 Kali
Adapun dalam IPO, Gaya Abadi Sempurna melepas 500 juta sahamnya kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp 115 per saham, sehingga perseroan dapat menghimpun dana Rp 57,5 miliar. Emiten berkode SLIS itu menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek, bersama PT Panca Global Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, dan PT Corpus Sekuritas Indonesia. 

Menurut Direktur Investment Banking Anshy M Sutisna, pada masa penawaran umum tercatat ada sebanyak 1.619 melakukan pemesanan saham SLIS. "Dari total pemesanan saham yang masuk, sejumlah 1 miliar lebih saham merupakan permintaan dari pooling allotment, sehingga terjadi oversubscribed sebesar 108,52 kali dari jumlah saham yang ditawarkan, yang menyebabkan kelebihan permintaan sebanyak 2 kali dari total IPO," kata dia.

Berdasarkan data prospektus final, sebelum IPO, saham perseroan dimiliki oleh PT Selis Investama Indonesia (SII) sebesar 95%, dan Tuan Tjoa King Hoa sebesar 5%. Setelah IPO, komposisi pemegang saham perseroan yakni SII sebesar 71,25%, Tjoa King Hoa menjadi 3,75%, dan sisanya pemegang saham publik sebesar 25%. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA