Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (B Universe Photo/David Gita Roza)

Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (B Universe Photo/David Gita Roza)

Bayan (BYAN) Masuk 5 Besar Emiten Elite, Astra (ASII) Dibalap!

Jumat, 25 Nov 2022 | 20:54 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Perlahan tapi pasti, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) merangsek ke lima besar emiten berkapitalisasi pasar saham (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Nilai market cap perusahaan batu bara milik Low Tuck Kwong, pebisnis asal Singapura yang telah berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), mencapai Rp 305 triliun per 25 November 2022. Bayan Resources menempati posisi lima di jajaran emiten elite tersebut, berdasarkan data terbaru BEI.

Baca juga: Ada Apa dengan Saham Bayan Resources (BYAN)?

Sebelumnya, Bayan Resources pernah berada di posisi 10, lalu bergerak naik turun, dan akhirnya kini mencapai posisi terbaik dalam sejarah perseroan. Market cap emiten berkode saham BYAN tersebut melampaui PT Astra International Tbk (ASII) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Advertisement

Astra International bertengger di posisi enam dengan market cap Rp 250 triliun dan GoTo di posisi tujuh dengan market cap Rp 219 triliun.

Baca juga: Capai US$ 1,62 Miliar, Laba Bersih Bayan (BYAN) Melesat 148,96%

Selanjutnya, posisi delapan adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang memiliki market cap Rp 203 triliun. Posisi sembilan yaitu PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp 175 triliun. Sepuluh adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 172 triliun.

Adapun posisi pertama masih ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan market cap mencapai Rp 1.095 triliun. Kedua yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 713 triliun, ketiga adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 470 triliun, dan keempat yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 399 triliun.

BEI, Jumat (25/11/2022).

Baru-baru ini, BEI meminta penjelasan kepada Bayan Resources terkait volatilitas transaksi saham perseroan. BEI menanyakan apakah BYAN memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham di BEI dalam waktu dekat (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).

Baca juga: BUMI Naik Kasta ke Papan Utama, Apa Bedanya dengan Papan Pengembangan?

Sekretaris Perusahaan Bayan Resources Jenny Quantero menyatakan bahwa perseroan memiliki rencana tindakan korporasi berupa pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio sebesar 1:10, dimana 1 saham dengan nilai nominal Rp 100 akan menjadi 10 saham dengan nilai nominal Rp 10.

Sementara itu, pada perdagangan di BEI, Jumat (25/11/2022), saham BYAN ditutup terkoreksi Rp 1.550 (1,6%) ke posisi Rp 91.450. Belakangan, selain lonjakan harga batu bara yang mendongkrak kinerja keuangan perseroan, rencana stock split turut mengerek harga saham BYAN.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com