Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko (kiri) berjabat tangan dengan Chief Investment Officer (CIO) IIF, Harold  Tjiptadjaja (kanan) saat Penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Estika Tata Tiara, Tbk dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dalam pengembangan sistem logistik berbasis digital, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019. Foto:  Investor Daily / Emral

Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko (kiri) berjabat tangan dengan Chief Investment Officer (CIO) IIF, Harold Tjiptadjaja (kanan) saat Penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Estika Tata Tiara, Tbk dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dalam pengembangan sistem logistik berbasis digital, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019. Foto: Investor Daily / Emral

BEEF Logistics Go Digital

Emral Firdiansyah, Rabu, 11 Desember 2019 | 23:05 WIB

JAKARTA, investor.id  - PT Estika Tata Tiara Tbk (Kibif) mengembangkan sayap bisnisnya ke sektor logistik dengan layanan berbasis digital untuk memasarkan daging sapi dan produk-produk olahan dalam memenuhi  permintaan konsumen di dalam negeri yang terus meningkat.

Mengusung tema “BEEF Logistic Go Digital”  perusahaan dengan kode perdagangan BEEF di Bursa Efek Indonesia (BEI), akan melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengembangan kapasitas usahanya secara modern.

“Pesatnya dinamika perkembangan  e-commerce pada era digital saat ini, tentu saja harus didukung ekosistem yang lebih baik, termasuk  layanan logistiknya," kata Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Kibif di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/12).

Pada kesempatan itu, Kibif melakukan pemaparan publik (public expose) untuk menjelaskan tentang  rencana  serta langkah-langkah konkret yang akan dilakukan  perseroan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kinerja pada 2020. 

Selain itu, diadakan penandatangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kibif dan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dalam pengembangan sistem logistik berbasis digital. Penandatanganan  dilakukan oleh Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk Yustinus Sadmoko dengan Chief Investment Officer (CIO) IIF, Harold Tjiptadjaja. 

“Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kibif dan IIF adalah sebuah rangkaian dari langkah konkret Kibif untuk mengembangkan  sistem Logistik yang  didukung oleh IIF,” kata Yustinus.

Selanjutnya, Harold mengatakan, ”Kami harapkan dengan penandatangan MoU ini dapat meningkatan peran swasta dalam pengembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang mengindahkan prinsip-prinsip Social and Environmental untuk pembangunan berkelanjutan”.

Yustinus menambahkan, pada tahun depan Kibif akan mengalokasi dana sebesar Rp 240 miliar untuk pengembangan investasi dan menaikkan kapasitas produksi di Cikarang Plant, Jawa Barat, dari 300 ton per bulan menjadi 1.000 ton per bulan.

Selain itu, Kibif  juga akan meningkatkan kapasitas produksi pabriknya yang berlokasi di Subang, Jawa Barat   menjadi 500 ton per bulan.

Di Subang Plant, katanya, sedang  dilakukan  perluasan bangunan  seluas  1,2 hektare sehingga  dapat menambah kapasitas processing menjadi 2.000 ton per bulan dan kapasitas cold storage meningkat menjadi 3.000 ton per bulan.

Ada pun fasilitas di Salatiga Plant yang berlokasi di Salatiga, Jawa Tengah,   difungsikan sebagai penghasil produk olahan roti dan dimsum,  di mana pada tahun 2019 kapasitas produksinya  naik 50% menjadi 18 ton per hari,  dengan cold storage sebesar 200 ton.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Estika Tata Tiara Tbk Grace Adoe  menyatakan, sejak melantai di bursa pada Januari 2019, Kibif terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kinerja perseroan.

Ia mengatakan, saat ini Kibif mulai menggarap  ranah e-logistic di Indonesia dengan target UMKM dan perusahaan korporasi.  Pelibatan  UMKM dalam sistem logistik Kibif sangat penting karena 96% pelaku bisnis di Indonesia bergerak di sektor UMKM.

“UMKM adalah pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Grace.

Menurut Grace, UMKM merupakan bidang usaha yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar  serta memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat.

“UMKM  juga berperan signifikan dalam pemerataan dan peningkatan pendapatan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mewujudkan stabilitas nasional,” kata Grace.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA