Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kalbe Farma Tbk. Foto: Perseroan.

PT Kalbe Farma Tbk. Foto: Perseroan.

Begini Strategi Kalbe Farma Kejar Pertumbuhan, termasuk Dananya

Minggu, 27 Desember 2020 | 13:57 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1 triliun pada 2021. Perseroan berniat konsisten menganggarkan dana ekspansi sebesar itu setiap tahun hingga 2023.

Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata mengatakan, capex tahun depan akan mendukung strategi untuk mengejar pertumbuhan pendapatan di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perseroan terus melakukan ekspansi di semua lini bisnis, termasuk obat resep, produk kesehatan, produk nutrisi, serta distribusi dan logistik.

“Belanja modal perseroan puncaknya sudah terjadi pada 2019 yang sebesar Rp 1,5 triliun. Jadi selama 2021, 2022, dan 2013, kami tidak akan punya belanja modal yang sebesar tahun 2019,” kata dia saat konferensi pers virtual, baru-baru ini.

Menurut Bernadus, upaya mendorong kinerja keuangan di atas pertumbuhan ekonomi nasional telah terlihat tahun ini. Saat ekonomi tumbuh negatif, perseroan masih mampu membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih. Apabila pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2021, Kalbe menargetkan sekitar 2-3% lebih tinggi dari pertumbuhan tersebut.

Kalbe sebagai induk usaha akan memberikan jalan bagi semua divisi bisnis untuk terus bertumbuh. Salah satunya adalah lini bisnis makanan dan minuman bernutrisi, yang dioperasikan PT Sanghiang Perkasa atau Kalbe Nutritionals. Bisnis nutrisi ini dipandang penting dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Kini, Sanghiang Perkasa dipimpin oleh Ongkie Tedjasurja, yang mengundurkan diri dari posisi direktur Kalbe Farma. Hal itu telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Kalbe Farma pada 23 Desember 2020. Alhasil, dewan direksi Kalbe Farma sekarang hanya diisi oleh lima orang direktur.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius menjelaskan, perubahan direksi telah disesuaikan dengan kebutuhan ekspansi bisnis perseroan ke depan. Perseroan melihat potensi pertumbuhan yang tinggi pada bisnis makanan dan minuman nutrisi.

“Sehubungan dengan Pak Ongkie, beliau sudah menguasai bisnis nutrisi kesehatan. Saya harap langkah ini bisa memperbesar pertumbuhan segmen nutrisi dan kesehatan Kalbe Farma, baik untuk pasar domestik maupun luar negeri,” tutur dia.

Strategi Kalbe membesarkan Sanghiang Perkasa terlihat saat perseroan mengalihkan kepemilikan saham dua anak usaha di bisnis nutrisi ke Sanghiang pada September lalu. Kalbe telah melepas 51% saham PT Kalbe Milko Indonesia senilai Rp 44,88 miliar. Kalbe juga melepas 70% saham PT Kalbe Morinaga Indonesia senilai Rp 265,09 miliar. Penandatanganan akta jual beli saham dilakukan pada 29 September 2020.

Kalbe Milko merupakan perusahaan patungan antara Kalbe dengan PT Milko Beverage Industry, sementara Kalbe Morinaga adalah joint venture dengan Morinaga Milk Industry Co Ltd.

Divisi nutrisi Kalbe juga tercatat mengembangkan rangkaian produk untuk segala umur, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, ibu hamil dan menyusui, serta lansia. Sejumlah merek yang populer di pasar antara lain Diabetasol, Prenagen, Entrasol, Milna, dan Fitbar.

Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa Sanghiang Perkasa tengah disiapkan untuk melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan target dana hingga US$ 500 juta.

Manajemen Kalbe menyatakan, IPO merupakan salah satu cara untuk mengembangkan usaha secara lebih agresif. Itu berarti masih ada pilihan lain, sehingga perseroan belum mengungkap detail rencana IPO. Rencana tersebut akan diumumkan secara terbuka jika keputusan sudah final.

Vaksin Covid-19

Lebih lanjut, kolaborasi pembuatan vaksin Covid-19 antara Kalbe dan Genexine Inc siap masuk ke uji klinis tahap kedua. Menurut Vidjongtius, saat ini uji klinis tahap pertama vaksin sudah selesai dan dilaporkan ke otoritas Korea Selatan selaku negara basis operasional Genexine. “Kami masuk ke uji klinis fase dua yang otomatis akan dikoordinasikan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang kami perkirakan pada kuartal I-2021,” kata dia.

Vidjongtius menambahkan, uji klinis fase kedua di Indonesia dan Korea Selatan turut dikoordinasikan dengan lembaga lain seperti konsorsium Universitas Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Kementerian Kesehatan. Jika seluruh proses berjalan lancar, maka perseroan berharap mengantongi izin vaksin untuk emergency use pada kuartal III-2021.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN