Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BEI: 14 Perusahaan akan Melantai di Bursa

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 14:17 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, nilai penggalangan dana dari emiten baru sampai 6 Agustus 2020 mencapai Rp 3,98 triliun. Nilai ini berpotensi bertambah karena masih ada 14 perusahaan yang akan melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan pencatatan saham di BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, 14 perusahaan yang akan mencatatkan saham di BEI berasal dari berbagai sektor. Dia menyebutkan, sebanyak empat perusahaan berasal dari sektor perdagangan, jasa, dan investasi. Kemudian, empat perusahaan lain berasal dari sektor properti, real estat, dan konstruksi gedung. Selanjutnya, dua perusahaan berasal dari sektor barang konsumsi. Sisanya berasal dari sektor agrikultur, aneka industri, utilitas infrastruktur, dan transportasi, serta keuangan.

"Dari keseluruhan jumlah pipeline yang akan tercatat pada tahun 2020, jumlah proceed belum dapat disampaikan karena masih dalam proses penentuan harga saham," jelas Nyoman dalam keterangan resmi, Jumat (7/8).

Dari sisi skala perusahaan, sebanyak 14 perusahaan yang akan tercatat di bursa didominasi oleh perusahaan besar. Sebanyak delapan perusahaan merupakan perusahaan dengan skala aset di atas Rp 250 miliar dan enam perusahaan merupakan perusahaan menengah dengan skala aset di antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar.

Lebih lanjut, sebanyak 34 perusahaan baru yang sudah tercatat di bursa terdiri atas 17 perusahaan besar dengan skala aset di atas Rp 250 miliar. Lalu, 11 perusahaan merupakan perusahaan menengah dengan skala aset Rp 50-250 miliar. "Sisanya adalah perusahaan kecil dengan skala aset di atas Rp 50 miliar," kata dia. Secara total, BEI sudah mencatat 701 emiten yang ada di bursa. BEI menargetkan jumlah emiten tersebut bisa mencapai 1.000 emiten pada 2022.

Guna mencapai hal tersebut, bursa akan mengeluarkan beberapa kebijakan. Salah satunya adalah peluncuran sistem penawaran umum perdana saham secara elektronik (electronic initial public offering/e-IPO) saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Modal ke-43 pada 10 Agustus 2020. Sistem teranyar ini dipercaya mampu mendistribusikan secara transparan dan adil saham IPO kepada investor ritel.

Nyoman mengatakan, setelah peluncuran pada 10 Agustus nanti, maka e-IPO akan mulai berjalan. Namun, sesuai ketentuan penutup di pasal 58 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 41 tahun 2020, implementasi e-IPO akan mulai berlaku bagi penawaran umum saham pada enam bulan sejak POJK berlaku. Hal ini artinya e-IPO akan mandatory atau wajib pada Januari 2021.

BEI, kata Nyoman, sudah melakukan sosialisasi kepada Anggota Bursa pada 22 Juli 2020. Sementara, saat ini prosesnya sedang berlangsung registrasi user bagi Anggota Bursa dan pengujian final secara penuh yang melibatkan Anggota Bursa, Biro Administrasi Efek, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN