Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa BEI I Gede Nyoman Yetna. (ist)

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa BEI I Gede Nyoman Yetna. (ist)

BEI: 45 Emiten dalam Pipeline Rights Issue Senilai Rp 36,9 T

Rabu, 3 Agustus 2022 | 06:20 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, sampai dengan 1 Agustus 2022, terdapat 45 perusahaan tercatat atau emiten yang berada dalam pipeline rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Total dana yang akan diperoleh melalui rights issue tersebut diperkirakan senilai Rp 36,9 triliun.

Dari 45 perusahaan tercatat yang berada dalam pipeline, tersebar dari berbagai sektor. Mulai dari enam perusahaan dari sektor bahan baku, lima perusahaan dari sektor konsumen non-primer, dua perusahaan dari sektor konsumen primer, tiga perusahaan dari sektor energi, 17 perusahaan dari sektor keuangan, satu perusahaan dari sektor kesehatan, dua perusahaan dari sektor industri, dua perusahaan dari sektor properti dan real estat.

Baca juga: Weha Transportasi (WEHA) Mau Rights Issue, untuk Apa?

“Ditambah, satu perusahaan dari sektor teknologi. Tiga perusahaan dari sektor transportasi dan logistik dan tiga perusahaan dari sektor infrastruktur,” ungkap Nyoman Yetna, Selasa (2/8/2022).

Nyoman mengatakan, ditinjau dari jumlah perusahaan tercatat yang berada pada pipeline rencana rights issue, mencerminkan adanya kepercayaan korporasi untuk memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan. Hal ini selaras dengan jumlah perusahaan yang melakukan penggalangan dana melalui pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut dia, pada 2021 menjadi tonggak sejarah baru bagi BEI. Sebab, nilai rights issue perusahaan tercatat mencapai Rp 180,7 triliun. Pada tahun tersebut, satu emiten yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah melakukan rights issue dengan nilai tertinggi sebesar Rp 95,9 triliun.

Baca juga: RUPS Bank Neo Commerce (BBYB) Sepakati Peningkatan Modal Lewat Rights Issue

Menurut Nyoman, tren positif di pasar modal telah dimanfaatkan oleh para pelaku pasar modal dan pemangku kepentingan termasuk para pemilik perusahaan dalam melakukan pendanaan sesuai kebutuhan dan strategi internal perusahaan masing-masing. “Momentum pemulihan ekonomi nasional juga turut mendorong korporasi dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia, baik melalui IPO maupun rights issue,” tambahnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, BEI senantiasa bersikap adaptif mengikuti perkembangan bursa global dan kebutuhan berbagai perusahaan di Indonesia. Semakin banyak perusahaan yang melakukan penggalangan dana di BEI, baik melalui IPO saham maupun rights issue mencerminkan bahwa inovasi dan kebijakan serta pengaturan yang telah dilakukan sebelumnya direspons secara baik oleh industri.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com