Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan berjalan di depan layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/6/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan berjalan di depan layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (24/6/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BEI Akhirnya Buka “Suspend” Saham MLPT

Jumat, 25 Juni 2021 | 08:02 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mulai sesi pedagangan hari ini. Sebelumnya, perdagangan saham perseroan dihentikan sementara (suspend) sejak 16 Juni 2021.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy dalam penjelasan resminya di BEI, kemarin, mengatakan, suspensi atas perdagangan saham MLPT di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi 1 pada 25 Juni 2021.

Suspend saham MLPT dilakukan bursa setelah terjadi lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data harga saham MLPT menguat dari level Rp 1.430 akhir bulan lalu menjadi Rp 5.350 pada 16 Juni 2021. Bahkan, akhir tahun lalu saja harga saham MLPT hanya berada di level Rp 710.

Sebelumnya, Presiden Direktur Multipolar Technology mengatkaan, Multipolar Technology sedang menjajaki kemitraan strategis dengan pemain di industri data center. Hal itu didukung kian besarnya permintaan data center di Indonesia, sehingga perseroan tertarik mengembangkan bisnis ini melalui entitas anak usahanya PT Graha Teknologi Nusantara (GTN). “Kita berharap dengan adanya kemitraan ini, kita bisa berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dari 15 ribu meter persegi lahan yang dimiliki perseroan, dia mengatakan, sudah terbangun mencapai 10 ribu meter persegi terdiri atas 2 lantai gedung data center dan perkantoran ditambah satu gedung sarana pendukung. Lantai satu mencakup 1.500 rak sudah siap dijual. Sedangkan lantai dua masih membutuhkan instalasi perangkat pendukung. "GTN data center memiliki fokus lebih ke arah komersial. jadi kita terbuka untuk semua segmen. Jadi kita open untuk semua potensi,” kata dia.

Seiring kesadaran akan pentingnya data center yang tersertifikasi, dia mengatakan, perseroan membidik beberapa sektor potensial, seperti perusahaan perbankan, perusahaan rintisan (startup), dan bisnis digital lainnya. "Perseroan juga mendekati perusahaan digital, termasuk inisiatif dari pemerintah e-learning, e-health itu potensi yang bisa perseroan dekati ke depan,” ucap Wahyudi.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN