Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

BEI Luncurkan Indeks IDX-MES BUMN 17

Kamis, 29 April 2021 | 22:57 WIB
Nabil Al Faruq

JAKARTA, investor.id — Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) resmi meluncurkan indeks IDX-MES BUMN 17. Indeks ini mengukur kinerja harga dari 17 saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan afiliasinya.

Direktur Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi mengatakan, indeks IDX-MES BUMN 17 menjadi satu-satunya indeks yang memiliki tema khusus yakni hanya bersikan saham-saham syariah yang berasal dari perusahaan tercatat dari BUMN dan afiliasinya yang berjumlah 17.

Secara rinci, Hasan menyampaikan, sekitar 34 saham BUMN dan afiliasinya yang tercatat di BEI tidak semuanya masuk ke dalam daftar efek syariah. Bursa akan menyeleksi lagi berdasarkan tingkat kapitalisasi pasar, likuiditas dan kecukupan kinerja dari sisi fundamental maupu aktifitas transaksinya di bursa.

“Metodologinya sederhana, tentunya pertama kali kita menyaring dari seluruh daftar efek syariah yang ada, kemudian kami saring khusus hanya merupakan saham-saham BUMN dan afiliasinya, baru kemudian kami seleksi 17 saham BUMN syariah yang masuk dalam seleksi tersebut,” ujar dia dalam peluncuran indeks IDX-MES BUMN 17, Kamis (29/4).

Lebih lanjut, pada saat pembobotannya, bursa akan langsung menerapkan cap free float adjusted market capitalization weighted. Jadi, saham-saham yang diperhitungkan untuk pembobotannya hanya porsi free float dari setiap saham-saham BUMN atau 17 BUMN yang terpilih.

“Untuk mencegah adanya dominasi dari satu dua saham tertentu, maka untuk bobot maksimum yang diperkenankan kami capped diangka 20% saja, jadi nanti satu saham paling besar bobotnya hanya akan bisa di angka 20%,” jelas Hasan.

Adapun evaluasi berkala atas indeks IDX-MES BUMN 17 terdiri atas Evaluasi Mayor dan Evaluasi Minor. Evaluasi Mayor yang bertujuan untuk melakukan pemilihan dan pembobotan ulang atas konstituen indeks, akan dilakukan pada akhir Mei dan November. Sedangkan Evaluasi Minor yang bertujuan untuk memperbarui faktor free float serta melakukan pembatasan ulang atas bobot saham, akan dilakukan pada akhir Februari dan Agustus.

Hasil evaluasi indeks akan berlaku efektif di Hari Bursa pertama pada bulan berikutnya. BEI dan MES berharap peluncuran indeks tersebut dapat menjadi salah satu indikator peranan pemerintah dalam pengembangan ekonomi syariah dan dapat mengakomodasi ketertarikan investor pasar modal Indonesia untuk berinvestasi pada saham syariah dan BUMN. Selain itu, indeks IDX-MES BUMN 17 juga dapat menjadi tolak ukur baru bagi investor untuk berinvestasi saham-saham syariah.

Pada masa mendatang, indeks IDX-MES BUMN 17 dapat dijadikan acuan bagi penciptaan produk investasi berbasis indeks syariah, seperti reksa dana indeks syariah maupun Exchange Traded Fund (ETF) atas indeks syariah. Dengan demikian, investor syariah dapat lebih mudah berinvestasi pada saham-saham BUMN syariah terpilih.

“Penerbitan indeks ini diharapkan dapat berkontribusi bagi perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia,” tandas Hasan.

Sebagai informasi, kinerja indeks IDX-MES BUMN 17 pada perdagangan hari ini ditutup di angka 103 atau mengalami peningkatan sekitar 1,46%. Indeks baru tersebut menjadi salah satu yang tertinggi kenaikannya melampaui angka composite indeks pada hari ini.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN