Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perusahaan. Foto: Pixabay.

Ilustrasi perusahaan. Foto: Pixabay.

BEI Pantau Keberlangsungan Usaha Bakrie Telecom

Rabu, 20 Januari 2021 | 22:55 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan evaluasi lebih lanjut terkait kesesuaian laporan keuangan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dengan standar pelaporan yang berlaku. BEI juga memantau upaya konkrit emiten Grup Bakrie ini untuk mempertahankan keberlangsungan usaha.

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, saat ini BEI masih menunggu penyelesaian beberapa kewajiban Bakrie Telecom kepada bursa, sehingga pihaknya belum dapat melakukan pembukaan penghentian sementara perdagangan saham perseroan. “BEI meminta publik agar terus memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Bakrie Telecom di website bursa,” jelas dia dalam keterangan resmi, Rabu (20/1).

Sebagai informasi, BEI telah melakukan penghentian sementara perdagangan saham BETL sejak 27 Mei 2019. Hal ini dikarenakan laporan keuangan perseroan periode 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2017 (audited) mendapatkan opini disclaimer dari kantor akuntan publik.

Sebagaimana diatur pada Surat Edaran Bursa No: SE-008/BEJ/08-2004 tentang Penghentian Sementara Perdagangan Efek (Suspensi) Perusahaan Tercatat, Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan atas efek perusahaan tercatat dalam hal laporan keuangan auditan eerusahaan tercatat memperoleh sebanyak dua kali berturut-turut opini disclaimer

Adapun, Bakrie Telecom telah mempublikasikan rencana upaya perbaikan pada tanggal 14 Agustus 2020 yang pada intinya melalui entitas anaknya akan masuk ke beberapa bisnis baru yang telah direncanakan sampai dengan tahun akhir tahun 2021.

Selanjutnya, pada17 Januari 2021, perseroan juga telah mempublikasikan laporan keuangan periode 30 September 2020 (audited) yang mendapatkan opini wajar dengan pengecualian.

Adapun saham BTEL berpotensi dihapus atau delisting dari papan perdagangan saham di BEI. Pasalnya, suspensi saham emiten Grup Bakrie tersebut akan genap mencapai dua tahun pada 27 Mei 2021. Sementara itu opini disclaimer pada laporan keuangan dipicu oleh belum tuntasnya penyelesaian utang wesel senior perseroan.

Dalam laporan keuangan 2018, Krisnawan, Nugroho & Fahmy selaku kantor akuntan publik menjelaskan, opini tersebut akibat mereka tidak memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat, untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit.

Utang wesel senior Bakrie Telecom tercatat di terbitkan oleh anak usaha perseroan yakni Bakrie Telecom Pte Ltd yang merilis guaranteed senior notes senilai US$ 250 juta pada 7 Mei 2010. Surat utang ini berbunga 11,50%. Kemudian pada 2011, Bakrie Telecom Pte Ltd kembali merilis wesel senior sejumlah US$ 130 juta.

Untuk rencana usaha selama 2020-2021, manajemen Bakrie Telecom mengatakan, akan berupaya melanjutkan layanan produk yang ada saat ini dengan sifat pendapatan yang berkelanjutan, yakni voice communication, contact center, dan internet service provider (ISP).

Manajemen mengaku, telah menerima letter of intent dari sebuah proyek gedung baru dengan 56 lantai untuk memberikan layanan komunikasi voice dan ISP. Proyek pembangunan gedung tersebut ditargetkan selesai dan beroperasi di kuartal III-2021 sehingga letter of intent akan komersialisasi.

“Seiring dengan penambahan gedung-gedung kantor baru di Jakarta di daerah central business district (CBD) dan non-CBD, maka perseroan akan terus gencar melakukan penetrasi penjualan varian produk dan jasa terhadap gedung-gedung baru tersebut,” jelas manajemen.

Bahkan, manajemen Bakrie Telecom bernilai ekspansi dengan target pasar keluar wilayah DKI Jakarta, dimulai dengan wilayah Banten dan Jawa Barat. Perluasan ekspansi target pasar tersebut telah dimulai dengan realisasi layanan aktif di Bekasi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN