Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di depan layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di depan layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

KUARTAL I-2021 CAPAI RP 24,57 TRILIUN

BEI Prediksi "Rights Issue" dan "Private Placement" Marak

Minggu, 18 April 2021 | 12:11 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan nilai penggalangan dana melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) dan tanpa melalui hak memesan efek terlebih dahulu (private placement) melonjak tahun ini. Hal ini seiring dengan tingginya kebutuhan modal kerja korporasi dan mulai pulihnya perekonomian nasional.

 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga kini, sudah ada 18 perusahaan tercatat yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menggelar rights issue. Sebanyak 11 dari 18 perusahaan tersebut sudah menginformasikan harga pelaksanaan rights issue dengan potensi dana yang diraih sekitar Rp 11,37 triliun.

"Selain itu, terdapat tujuh perusahaan tercatat yang telah memperoleh persetujuan RUPS untuk melaksanakan private placement. Empat dari tujuh perusahaan tersebut telah menginformasikan harga pelaksanaan private placement dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp 761 miliar," kata dia dalam keterangan resmi, Minggu (18/4).

Dengan melihat pipeline yang masuk tersebut, Nyoman menjelaskan, antusiasme perusahaan tercatat dalam melakukan penggalangan dana di pasar modal menunjukkan peningkatan tahun ini. Tingginya antusiasme tersebut ditopang peningkatan kebutuhan penambahan modal kerja, ekspansi usaha, dan kebutuhan refinancing utang perusahaan tercatat.

Selain itu, tingginya penggalangan dana dari pasar modal tahun ini juga disebabkan oleh ekspektasi mulai pulihnya perekonomian domestik pasca vaksinasi Covid-19. Pasalnya, hal ini berdampak pada kegiatan perusahaan yang membutuhkan modal untuk bertumbuh.

"Berdasarkan kondisi tersebut, bursa mengharapkan penggalangan dana melalui penerbitan ekuitas akan mengalami peningkatan pada tahun 2021," terang dia.

Dilihat dari sektornya, Nyoman menilai, penggalangan dana melalui ekuitas diperkirakan banyak dari sektor perbankan. Emiten sektor ini berencana menggunakan dana dari penerbitan ekuitas untuk memperkuat modal inti dan melakukan ekspansi usaha sesuai strategi bisnisnya.

Sejumlah bank yang berniat menggelar rights issue tahun ini, yaitu PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) dengan target perolehan dana Rp 2 triliun. Direktur Utama Bank Capital Wahyu Dwi Aji mengatakan, perseroan akan menggelar rights issue pada kuartal IV untuk memenuhi modal inti bank minimal Rp 2 triliun tahun ini dan bakal digelar lagi pada 2022 dengan target dana Rp 3 triliun.

Begitu juga dengan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) tengah memproses Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV. Jumlah saham yang ditawarkan dalam rights issue mencapai 832,72 miliar unit saham dengan harga pelaksanaan Rp 300 per saham. Dengan demikian, dana yang akan dihimpun senilai Rp 249,82 miliar.

Tidak hanya emiten perbankan yang berencana menghimpun dana melalui penerbitan ekuitas tahun ini, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) juga berencana menggelar rights issue. Smartfren bakal menggelar penawaran umum terbatas (rights issue) IV senilai Rp 697,87 miliar. Perseroan akan menerbitkan 5,81 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 120 per saham.

Lebih lanjut, Nyoman menjelaskan, antusiasme perseroan menggalang dana melalui penerbitan ekuitas sudah terlihat sejak kuartal I-2021. Pada periode tersebut, sebanyak perusahaan tercatat yang telah melakukan rights issue dengan total dana yang dihimpun Rp 12,1 triliun. Selain itu, sebanyak enam perusahaan tercatat menggelar private placement dengan total penghimpunan dana sebesar Rp 12,48 triliun.

Melalui aksi rights issue dan private placement itu, total penghimpunan dana sepanjang kuartal I-2021 mencapai Rp 24,57 triliun. Nilai ini meningkat sekitar 8 kali lipat, dibandingkan kuartal I-2020 yang mencapai Rp 2,96 triliun.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN