Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik yang menampilkan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik yang menampilkan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BEI : Realisasi Buyback Saham Capai Rp 4,05 Triliun

Jumat, 2 Oktober 2020 | 13:02 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, realisasi aksi pembelian kembali atau buyback saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sampai dengan 29 September 2020 telah mencapai Rp 4,05 triliun. Terdapat 59 perusahaan yang telah melaksanakan buyback saham sejak diterbitkannya Surat Edaran OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Maret 2020.

 Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, masih terdapat 12 perusahaan tercatat yang dalam periode buyback dengan target realisasi sebesar Rp 2,5 triliun. “Perusahaan tercatat tersebut telah merealisasikan pelaksanaan buyback sebesar Rp 382 miliar,” ujar Nyoman, kemarin.

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan, BEI tidak memiliki kewenangan untuk menentukan periode buyback saham. “Bukan kewenangan Bursa untuk menetapkan ketentuan buyback,” jelasnya

Adapun dalam surat edaran OJK No.3/SEOJK.04/2020 yang mengatur ketentuan buyback saham, dijelaskan bahwa ketentuan dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini mulai berlaku pada 9 Maret 2020 sampai dengan tanggal dicabutnya surat edaran tersebut dicabut.

Kebijakan buyback saham tanpa RUPS merupakan salah satu relaksasi di pasar modal untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 terhadap pasar modal. Menurut Nyoman, saat ini, OJK dan SRO terus memperhatikan perkembangan situasi dan kondisi serta berkoordinasi mengkaji kebijakan baru yang dapat mendukung pelaku pasar modal. Selama pandemi ini, setidaknya sudah ada lima relaksasi di pasar modal.

Semisal, penurunan tarif PPh badan sebesar 3% lebih rendah untuk Perusahaan Terbuka yang mencatatkan sahamnya di BEI. Hal ini telah diatur di UU No. 2 Tahun 2020; Perpu 1 Tahun 2020 dan PP No. 30 Tahun 2020.

Berdasarkan sumber data yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, terdapat 163 Perusahaan Tercatat yang memenuhi syarat dan memperoleh penurunan tarif PPh Badan di tahun 2019.

“Pandemi ini memiliki dampak tehadap dunia usaha. Tentunya BEI berharap seluruh sektor usaha dapat segera pulih dan memiliki performa yang baik,” kata dia.

Salah satu emiten yang memiliki rencana buyback yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Barito Pacific berencana melaksanakan aki pembelian kembali saham dengan dana yang dikeluarkan sebanyak Rp 1 triliun dan jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebih 2%. Aksi ini akan berlangsung selama tiga bulan.

Manajemen perseroan mengatakan, dana sebesar Rp 1 triliun termasuk seluruh biaya yang telah dikeluarkan perseroan pada saat melakukan buyback di periode 13 Maret-13 Juni 2020. Selain itu, biaya tersebut juga sudah termasuk biaya transaksi, biaya perantara perdagangan, dan biaya lainnya sehubungan dengan transaksi buyback.

“Aksi pembelian kembali saham ini berlangsung dalam jangka waktu tiga bulan, terhitung sejak tanggal 29 September 2020 sampai dengan 29 Desember 2020,” ujar manajemen perseroan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (29/9).

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN