Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Publik Expose Live 2021. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi, memberikan sambutan saat pembukaan Publik Expose Live 2021, Senin (6/9/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Publik Expose Live 2021. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi, memberikan sambutan saat pembukaan Publik Expose Live 2021, Senin (6/9/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

BEI: Rights Issue Bisa Membuat Saham BBRI Makin Menarik

Rabu, 29 September 2021 | 10:11 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

 

JAKARTA, investor.id -- Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) bisa membuat saham perusahaan tersebut makin menarik. Hal ini terdorong oleh sentimen positif dari terbentuknya Holding Ultra Mikro yang akan didanai dari rights issue tersebut.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menjelaskan, sejak 2005, saham BBRI selalu masuk dalam 45 saham dengan kapitalisasi terbesar (LQ45). Keberhasilan ini didorong oleh kesuksesan BRI dalam menjaga kinerja dan fundamental perusahaan.

"Sampai saat ini, saham BBRI selalu masuk dalam LQ45 dan juga merupakan saham dengan kapitalisasi terbesar dan paling aktif diperdagangkan dari sisi nilai," jelas Inarno dalam acara IDX Opening Bell: Right Issue BRI secara Virtual, Rabu (29/9).

Menurut Inarno, rights issue yang dilakukan BRI karena terdorong pembentukan Holding Ultra Mikro akan menjadi menarik dan menambah optimisme investor. BRI juga akan membuat pasar Indonesia semakin atraktif.

Adapun rights issue yang dilakukan BRI menorehkan sejarah baru dalam pasar modal Indonesia. BRI berhasil mengeksekusi rights issue sebanyak 28,21 miliar saham dengan nilai sekitar Rp 96 triliun. Rights issue ini merupakan yang terbesar tidak hanya di Indonesia, namun juga di Asia Tenggara dan masuk dalam peringkat tiga di Asia serta tujuh besar di tingkat dunia.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Hal ini sekaligus menunjukkan antusiasme investor, baik investor asing maupun lokal yang mempercayai prospek ekonomi Indonesia di masa depan.

"Dana dari rights issue bisa digunakan untuk mengembangkan ekosistem ultra mikro untuk mengakselerasi ekonomi kerakyatan," kata dia.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN