Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja melintasi layar saham di gedung Bursa Efek Indonesia, belum lama ini. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja melintasi layar saham di gedung Bursa Efek Indonesia, belum lama ini. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

BEI Suspensi Saham BINA, Sedangkan SRAJ Dibuka Kembali

Jumat, 9 Juli 2021 | 08:22 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham PT Sejahteraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mulai perdagangan sesi I hari ini. Sedangkan perdagangan saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dihentikan sementara (suspend), seiring peningktan harga kumulatif yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy dalam penjelasan resminya di BEI mengatakan, suspensi atas saham SRAJ di pasar reguler dan tunai dibuka kembalu mulai perdagangan sesi I hari ini.

Berdasarkan data BEI, saham SRAJ telah menguat dari level Rp 161 pada 18 Junimenjadi Rp 530 pada 7 Juli. Sedangkan dibandingkan akhir tahun lalu, saham SRAJ ditutup di level Rp 204, sehingga telah terjadi kenaikan lebih dari 150% awal tahun hingga awal Juli 2021.

Emiten rumah sakit grup Mayapada sebelumnya telah menuntaskan penerbitan saham baru (rights issue) sebanyak 12 miliar saham. Perseroan menetapkan harga penerbitan saham baru Rp 110 setiap saham, sehingga jumlah dana diraup Rp 1,32 triliun.


Saham BINA

Sementara itu, suspend perdagangan saham BINA dipicu atas kenaikan harga kumulatif yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Suspensi ini merupakan yang kedua kalinya pada saham BINA dalam dua pekan terakhir.

“Penghentian sementara perdagangan saham BINA di pasar reguler dan tunai dihentikan sementara mulai sesi I pada 9 Juli 2021 sampai pengumuman bursa lebih lanjut,” tulis pengumuman bursa di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data BEI, saham bank grup Salim ini telah menguat dari level Rp 1.725 pada 2 Juni menjadi Rp 5.775. Bahkan, dalam perdagangan intraday BEI, saham BINA sempat menyentuh level tertinggi Rp 6.175 per saham.

Sebelumnya, RUPSLB Bank Ina telah memutuksn Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) dengan melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar lembar saham baru dengan nominal Rp 100 per lembar saham. Adapun, dana yang diincar dari rights issue yang digelar tahun ini minimal Rp 1 triliun

Direktur Utama Bank Ina Perdana Daniel Budirahayu mengatakan, dana dari hasil right issue tersebut nantinya digunakan untuk mendukung dan mempercepat proses digitalisasi dengan memperkuat modal untuk membangun infrastruktur digital. "Seluruh aset dan kekuatan ini akan dioptimalkan Bank Ina untuk memberikan layanan dan produk digitalisasi yang lengkap dalam satu atap untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan nasabah dari berbagai segmen, mulai dari UMKM, ritel, komersial, wholesale, dan korporasi," ujarnya.

Dirinya menambahkan, dengan memperkuat transformasi dan digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan nasabah untuk bertransaksi. Saat ini, sedang menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Diharapkan, izinnya dapat keluar pada paruh kedua tahun ini sehingga Bank Ina bisa memberikan layanan berbasis digital kepada para nasabahnya.

 

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN