Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). (Foto: Ist)

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). (Foto: Ist)

BEI Terus Dalami Akuisisi Menara Telkomsel oleh MTEL, Giliran Telkom (TLKM) Kena Tanya

Senin, 15 Agustus 2022 | 07:14 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta penjelasan terkait akusisi 6.000 menara PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) oleh PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau MTEL. Kali ini, induk usaha keduanya, yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang dimintai penjelasan oleh Bursa.

Hal itu terungkap dari keterbukaan informasi Telkom dalam menjawab permintaan penjelasan Bursa yang diunggah pada 12 Agustus 2022.

Baca juga: BEI Penasaran soal Akuisisi 6.000 Menara Telkomsel oleh Mitratel (MTEL)

Salah satu pertanyaan dari BEI adalah apakah ke depannya Telkomsel masih akan memiliki rencana untuk mengalihkan menara kepada Mitratel, mengingat saat ini Telkomsel masih memiliki sekitar 3.000 menara setelah transaksi afiliasi ini?

Kemudian, VP Investor Relation Telkom Andi Setiawan menjawab, menara yang saat ini masih dimiliki oleh Telkomsel diklasifikasikan sebagai menara strategis. “Sampai saat ini Telkomsel belum memiliki rencana untuk menjual tower tersebut,” jelas Andi dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (15/8/2022).

Bursa juga mengenai nilai transaksi yang besar Rp 10,28 triliun untuk MTEL bisa mengakuisisi 6.000 menara Telkomsel. Pertanyaannya ialah dari mana sumber dana MTEL untuk membiayainya.

“Mitratel menggunakan dana hasil IPO dan hasil operasi untuk pembayaran transaksi akuisisi. Mekanisme pembayaran dilakukan Mitratel pada tanggal 29 Juli 2022 melalui transfer dari rekening Mitratel ke rekening Telkomsel,” jawab Andi.

Bursa juga meminta penjelasan mengenai rencana penggunaan dana oleh Telkomsel dari transaksi afiliasi ini.

Andi mengungkapkan, dana yang diperoleh akan diinvestasikan kembali di area yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, untuk memberikan return yang optimal bagi pemegang saham.

BEI mendalami pemesanan menara BTS melalui kontrak built-to-suit dari Tekomsel kepada Mitratel.

Andi kemudian menjelaksan, built to suit adalah kerja sama pembangunan menara di mana pihak penyewa dapat meminta dibangunkan di lokasi tertentu untuk kemudian di sewa. Telkomsel setiap tahun selalu melakukan pemesanan menara BTS melalui kontrak built-to-suit untuk meningkatkan coverage dan kualitas layanan Telkomsel. Transaksi ini memberikan benefit bagi kedua belah pihak.

Menurut dia, jangka waktu pembangunan menara disesuaikan dengan kajian internal atas kebutuhan menara. Telkomsel membutuhkan 1.000 menara baru untuk tiga tahun ke depan.

“Pemesanan menara BTS diharapkan mampu meningkatkan coverage dan kualitas layanan Telkomsel, sehingga membantu meningkatkan performance Telkomsel,” terang Andi.

Baca juga: Jalankan Strategi Ini, Kapuas Prima (ZINC) Kejar Perbaikan Kinerja di Semester II

Lantas, BEI menanyakan berapa lama jangka waktu menara tersebut disewa kembali oleh Telkomsel dan apakah harga sewa dalam jangka waktu tersebut telah termasuk dalam nilai transaksi afiliasi ini (sebesar Rp 10,28 triliun)?

Andi membeberkan, Telkomsel dapat menyewa kembali menara tersebut selama 10 tahun dan dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakatan para pihak dengan harga yang setara dengan harga pasar sesuai dengan spesifikasi dan lokasi menara tersebut.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com