Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

BEI Ungkap Syarat Utama agar Gembok Saham WSBP Dibuka

Selasa, 23 Agustus 2022 | 11:51 WIB
Ghafur Fadillah (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), meskipun WSBP telah mendapat persetujuan perjanjian perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Sehubungan adanya kreditur yang mengajukan kasasi atas perjanjian perdamaian tersebut, maka bursa dapat mempertimbangkan pembukaan suspensi efek bila perjanjian perdamaian telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan seluruh kewajiban penyebab suspensi efek telah terpenuhi, termasuk pelaksanaan public expose insidentil (jika diperlukan)," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada Investor Daily, Senin (22/8/2022).

Dengan demikian, menurut Nyoman, BEI tengah menunggu perjanjian perdamaian, termasuk rencana restrukturisasi utang Waskita Beton Precast, yang berkekuatan hukum tetap melalui putusan Mahkamah Agung (MA). Jika Waskita Precast memenangi kasasi dan memenuhi seluruh kewajibannya kepada BEI dan stakeholders lainnya, suspensi saham bisa dibuka.

Baca juga: Waskita Precast (WSBP) Raih Lonjakan Kontrak Baru

Tak hanya Waskita Precast, hal serupa juga berlaku bagi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Seperti diketahui, saham GIAA digembok sejak Juni 2021. Sedangkan WSBP sejak Januari 2022.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast Fandy Dewanto mengatakan, perseroan tengah menjalani proses kasasi yang diajukan PT Bank DKI kepada MA.

Dengan begitu, segala ketentuan penyelesaian utang oleh perseroan berdasarkan perjanjian perdamaian yang telah dihomologasi oleh majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 28 Juni 2022 belum dapat dilaksanakan hingga MA menjatuhkan putusan yang bersifat final dan berkekuatan hukum tetap.

“Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 287 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang,” papar Fandy.

Lebih lanjut Fandy mengatakan, pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berlangsung. Dia pun memastikan kondisi operasional perusahaan berjalan normal. Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan tata kelola perusahaan dan pengendalian internal agar dapat meningkatkan kualitas implementasi good corporate governance (GCG), serta meningkatkan kinerjanya.

Baca juga: Wow! Waskita Beton (WSBP) Ekuitasnya Kembali Positif, Laba Bersih Terbang 1.027%

Pada semester I-2022, emiten berkode saham WSBP ini berhasil mencatatkan nilai ekuitas positif sebesar Rp 2,5 triliun. Capaian tersebut merupakan peningkatan signifikan setelah sebelumnya WSBP membukukan ekuitas negatif (defisiensi modal) Rp 2,9 triliun pada 31 Desember 2021.

Perbaikan ekuitas merupakan salah satu target prioritas dalam program pemulihan fundamental keuangan WSBP. Besaran ekuitas merupakan indikator kesehatan struktur permodalan sebuah perusahaan.

Sebagai perusahaan dengan skema job order, ekuitas positif menjadi salah satu syarat bagi WSBP untuk mengikuti berbagai kegiatan tender proyek pemerintah, BUMN, maupun swasta.

Seiring dengan perbaikan nilai ekuitas, indikator rasio keuangan WSBP juga mengalami perbaikan yang signifikan, seperti interest bearing debt (IBD) to equity ratio 0,59 kali dan debt to equity ratio (DER) sebesar 1,61 kali dibandingkan per 31 Desember 2021 yang masing-masing sebesar -2,11 kali dan -3,48 kali.

Baca juga: Anggaran Bangun IKN Melesat, Saham Emiten BUMN Konstruksi Kian Kinclong

Lebih lanjut hingga 30 Juni 2022, WSBP juga berhasil mencatatkan kinerja operasi yang baik dengan pencapaian pendapatan usaha sebesar Rp 744 miliar atau bertumbuh 81% dibandingkan periode yang sama pada 2021. Kemudian, laba kotor mencapai Rp 104 miliar atau naik 12% dari capaian Juni 2021, serta laba bersih melesat 1.027% menjadi Rp 1,43 triliun.

Fundamental Baik

Kalangan analis sepakat bahwa fundamental yang baik masih menjadi jaminan utama untuk saham emiten BUMN konstruksi, salah satunya Waskita Beton Precast atau WSBP, dapat kembali likuid apabila suspensi saham dicabut. Namun, perseroan dibebani dengan sederet pekerjaan rumah agar kembali mendapat kepercayaan dari para investor.

Research Analyst RHB Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan, yang menjadi isu utama dari WSBP bukan soal performa, melainkan isu tuntutan hukum hingga potensi delisting jika terlalu lama disuspensi. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sebagai perusahaan induk maupun dari pihak WSBP seharusnya dapat memberikan klarifikasi terkait masalah terkini, sehingga memberikan kepastian bagi para investor.

“Apabila belum ada kepastian, dikhawatirkan begitu suspensi saham WSBP dibuka, malah menjadi momentum jual oleh para investor,” jelasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com