Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Citra Maja Raya 1 merupakan proyek kerjasama antara Hanson (melalui PT Armidian Karyatama dan PT Harvest Time) dengan Ciputra Group dengan luas lahan 430 ha. FOTO: Hanson International

Citra Maja Raya 1 merupakan proyek kerjasama antara Hanson (melalui PT Armidian Karyatama dan PT Harvest Time) dengan Ciputra Group dengan luas lahan 430 ha. FOTO: Hanson International

Benny Tjokrosaputro Kembali Jadi Dirut Hanson International

Ely Rahmawati, Kamis, 14 November 2019 | 07:23 WIB

JAKARTA, investor.id  – PT Hanson International Tbk (MYRX) resmi mengangkat Benny Tjokrosaputro, salah satu pemegang saham terbesar perseroan, menjadi direktur utama. Pengangkatan tersebut diresmikan setelah meminta persetujuan para dewan direksi dan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Sementara Direktur Utama Hanson sebelumnya, Agus Santoso, diputuskan mengisi jabatan Komisaris Utama. Direktur Hanson Rony Agung Suseno menjelaskan, langkah tersebutdiambil perseroan untuk menyelesaikan masalah pinjam-meminjam individual dan mengembalikan rasa kepercayaan para investor sehingga harga saham perseroan bisa kembali membaik. Ini mengingat harga saham perseroan sudah menyentuh harga terendah sejak seminggu terakhir dan stagnan diposisi terakhir yakni Rp 50/saham.

"Per timbangan kami meminta beliau kembali dengan harapan dapat menyelesaikan masalah yang sedang dialami perseroan, karena sejak kasus ini bergulir saham kami terkena depresiasi yang signifikan," jelasnya usai konferensi di Jakarta, Rabu (13/11)

Direktur Keuangan Hanson Adnan Tabrani menjelaskan, saat ini perseroan akan fokus untuk mengembalikan dana pinjaman indvidual. Perseroan akan membayarnya dengan menggunakan dana hasil penjualan tanah yang belum direalisasikan menjadi perumahan.

Sedangkan sampai akhir tahun perseroan belum berencana untuk menambah capex. Adnan menegaskan, pihaknya akan berkomitmen untuk membayar semua pinjaman tersebut dari penjualan tanah dari tanah-tanah yang perseroan beli. Tanah itu akan dijual kembali untuk mendapatkan uang, dan selanjutnya untuk bayar utangutang tersebut.

“Jadi tidak melulu kita ambil dari operasional. Jadi ada penjualan tanah, sedangkan capex kami tahun ini adalah Rp 1 triliun dan sudah terserap sebesar Rp 800 miliar, dan sementara ini kami tidak akan menambah pemakaian capex," jelasnya.

Hingga kuartal III-2019, Hanson International berhasil membukukan marketing sales dari Citra Maja Raya sebesar Rp 388 miliar dan Millenium City sebesar Rp 550 miliar yang terjual sebanyak 696 unit, kemudian Forest Hill sebesar Rp100 miliar yang terjual sebanyak 286 unit. Adapun perseroan menargetkan pendapatan dari marketing sales hingga Rp 1,5 triliun.

"Kami akan terus genjot penjualan rumah dan tanah, bulan ini kami akan jual tanah lagi 116 hektare senilai Rp 400 miliar di Maja," ujarnya.

Tolak Tudingan

Sebelumnya, emiten yang bergerak di bidang properti ini memberikan klarifikasi terkait tudingan investasi ilegal yakni menghimpun dana individu mencapai Rp 2,54 triilliun dari 1,197 pihak.

Direktur Hanson Rony Agung Suseno menjelaskan, kegiatan pinjam meminjam tersebut bersifat jangka pendek dengan pihak individu karena didasarkan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), yang mana utang piutang tersebut telah dicatatkan pada laporan keuangan.

"Tujuan pinjaman jangka pendek kepada individual tersebut adalah untuk pembebasan lahan yang dimiliki anak usaha perseroan," ujarnya kepada Investor Daily.

Rony menambahkan perseroan sampai saat ini belum ada investor yang melaporkan mengalami kerugian. Hal ini membuat resah para investor perseroan yang menyebabkan jauhnya harga saham perseroan hingga terkena suspensi.

"Pinjaman yang dimaksud adalah pinjaman antar perusahaan dengan individu tertentu, memang dalam prosesnya mirip dengan melakukan deposito," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan dana tersebut untuk keperluan biaya modal perseroan dan anak usaha, termasuk di antaranya adalah pembelian dan pematangan lahan.

"Kami berkomitmen untuk membayar penuh dana yang didapat dari pinjaman-pinjaman individual sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang tertulis di masing-masing perjanjian," katanya. (c02)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA