Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kelapa sawit - CPO

Kelapa sawit - CPO

Berada di Tren Positif, Harga CPO Melesat

Jumat, 12 Agustus 2022 | 05:40 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melesat pada perdagangan Kamis (11/8/2022). Hal ini terjadi karena harga CPO tengah berada dalam tren positif yang dipengaruhi oleh sentimen-sentimen pendukung berasal dari dua negara penghasil CPO terbesar di dunia, Indonesia dan Malaysia.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (11/8/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Agustus 2022 naik 109 Ringgit Malaysia menjadi 4.300 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman September 2022 terkerek 144 Ringgit Malaysia menjadi 4.273 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Oktober 2022 menanjak 153 Ringgit Malaysia menjadi 4.264 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 naik 156 Ringgit Malaysia menjadi 4.262 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Aksi Korporasi Mahkota Group (MGRO): Kuasai Pabrik Kelapa Sawit

Serta, kontrak pengiriman Desember 2022 terdongkrak 153 Ringgit Malaysia menjadi 4.276 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 naik 152 Ringgit Malaysia menjadi 4.318 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, tren harga CPO hari ini masih berada pada tren positif dengan level resistance terdekat di harga 4.250 Ringgit Malaysia per ton, dan level support terdekat di level 4.150 Ringgit Malaysia per ton. Sentimen penggerak datang dari keputusan pemerintah Indonesia yang menurunkan ambang batas pajak ekspor CPO, dimana kebijakan ini dilakukan di tengah krisis tenaga kerja di pasar CPO Malaysia.

Baca juga: Malaysia Penuhi Permintaan Minyak Sawit India sebab Indonesia Tak Konsisten

“Selain itu, dari pasar minyak nabati yang merupakan produk substitusi CPO juga sedang berada dalam tren bullish akibat kondisi cuaca buruk di negara produsen,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Kamis (11/8/2022).

Jelang akhir pekan, Yoga menyebut harga CPO masih berpotensi untuk bertahan pada tren bullish. Sentiment yang menjadi perhatian dan bakal mempengaruhi harga CPO adalah dari Indonesia yang menjadi fokus antara lain perkembangan mengenai program B40 dan wacana penghapusan kewajiban DMO. Sementara dari Malaysia yang dipantau adalah perkembangan isu tenaga kerja dan laporan ekspor CPO untuk periode awal Agustus.

“Untuk potensi resistance berada di kisaran harga 4.250 – 4.300 Ringgit Malaysia per ton. Apabila menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju support di kisaran harga 4.150 – 4.100 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com