Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara

ilustrasi harga minyak sumber: Antara

Beragam Sinyal Jelang Pertemuan OPEC+ Batasi Pergerakan Minyak

Jumat, 29 Juli 2022 | 11:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tim Research and Development ICDX mengatakan, pergerakan harga minyak pada penutupan pekan pagi ini terpantau bergerak terkonsolidasi dibayangi beragam sinyal di pasar menjelang pertemuan OPEC+ pada 3 Agustus. Meski demikian, gangguan produksi di Abu Dhabi serta sinyal kenaikan kasus Covid di Rusia memberikan dukungan pada harga minyak.

Tim Research and Development ICDX menyebut, AS optimis akan ada beberapa pengumuman positif ketika OPEC dan sekutunya bertemu minggu depan, ungkap seorang pejabat senior administrasi AS pada hari Kamis. Pejabat itu juga mengisyaratkan bahwa kurangnya produksi dari OPEC+ akan mengecewakan AS, terlebih Presiden Joe Biden telah mengunjungi langsung Arab Saudi pada bulan ini untuk melobi peningkatan produksi

Baca juga: Harga Minyak Ditutup Beragam di Tengah Kekhawatiran ResesiLaba Total

“Tambahan pasokan minyak dari OPEC+ ini diharapkan akan membantu menstabilkan pasar lebih lanjut,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Jumat (29/7/2022).

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, OPEC+ kemungkinan akan menjaga produksi minyak bulan September tidak berubah saat bertemu pada 3 Agustus nanti, ungkap 5 sumber OPEC+ yang dikutip Reuters pada hari Kamis. Meski demikian, 3 sumber lain dari OPEC+ mengatakan ada kemungkinan untuk membahas potensi kenaikan produksi secara moderat. Untuk saat ini, OPEC dan sekutunya menyatakan telah membatalkan kesepakatan pemangkasan produksi sebesar 9.7 juta bph yang disepakati pada April 2020 dan berakhir pada September 2022.

Dari Timur Tengah, lanjut Tim Research and Development ICDX, Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menutup operasinya di terminal Fujairah karena ‘curah hujan yang luar biasa’, dan mengalihkan pengiriman ke terminal Jebel Dhanna.

Baca juga: Energies Naik Dua Kali Lipat karena Harga Minyak

Turut mendukung pergerakan harga minyak, Rusia melaporkan rekor kasus harian Covid yang mencapai 11,515 kasus, tertinggi sejak 13 April. Sinyal kenaikan kasus Covid yang terjadi ditengah aksi embargo terhadap Rusia memicu kekhawatiran akan membuat pasokan minyak dari Rusia ke pasar global menjadi semakin ketat.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 105 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 90 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com