Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di dekat refleksi layar elekronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di dekat refleksi layar elekronik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bergerak Liar, KAEF dan INAF Kena Suspensi

Kamis, 6 Agustus 2020 | 22:48 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) bergerak sangat liar pada perdagangan beberapa hari ini. Untuk memberi kesempatan kepada investor agar berpikir tenang, PT Bursa Efek Indonesia melakukan suspensi (penghentian sementara) kedua saham tersebut pada perdagangan tanggal 7 Agustus 2020.

Penghentian sementara perdagangan saham KAEF dan INAF dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi, demikian pengumuman PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8/2020).

"Ini dalam rangka cooling down. PT BEI perlu melakukan penghentian sementara perdagangan," demikian pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala Devisi Pengawasan Transaksi PT BEI Lidia M Panjaitan dan Kepala Devisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, Mulyana.

Penghentian sementara perdagangan saham KAEF dan INAF saat ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, kedua saham ini juga pernah kena semprit PT BEI pada Juli karena pergerakan dan aktivitasnya di luar kebiasaan (unusual market activitation/UMA), bahkan mengalami ARA hingga tiga kali.

UMA adalah aktifitas perdagangan dan atau pergerakan harga suatu efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di Bursa yang menurut penilaian Bursa dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien.

Bagi pelaku pasar, saham farmasi khususnya KAEF dan INAF pada perdagangan hari ini bergerak sangat liar dengan volatilitas tinggi. Pada hari sebelumnya, kedua saham ini mengalami auto reject atas (ARA) dengan kenaikan hampir 25%.

Jika dihitung dalam sepekan, harga saham KAEF dan INAF melonjak lebih dari 40%, dan harga pada Kamis ditutup naik 11,5% untuk KAEF, sedangkan INAF melonjak 11,93%.

Apabila dihitung secara year to date (ytd) saham-saham ini sudah naik lebih dari dua kali lipat. Harga saham KAEF pada 2 Januari Rp 1.250 dan saat ini di level Rp 3.180 atau naik 154%. Sementara itu, saham INAF pada 2 Januari Rp 955 dan saat ini Rp 3.190 atau naik 243%.

Sejak berita terkait uji coba vaksin Covid-19, saham-saham farmasi menjadi perhatian pelaku pasar karena harganya terus meroket. PT Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi asal Tiongkok, Sinovac Biotechnology Co.Ltd melakukan uji klinis fase 3 terhadap vaksin Covid-19. Mengingat PT Bio Farma belum go public, kedua anaknya KAEF dan INAF mendapat keuntungan dari uji vaksin tersebut yang akan ditunjuk sebagai distributor.

Over Reaksi

Sebelumnya, mantan Direktur PT Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud mengatakan, pasar selalu over reaksinya terhadap berbagai informasi, termasuk sentimen vaksin Covid-19. "Dalam bursa selalu ada circuit breaker, pelan-pelan pasar akan melakukan koreksi jika secara teknikal harga saham sudah dianggap terlalu tinggi," katanya.

Hasan menegaskan bahwa membeli saham adalah membeli prospek. Pasar bisa saja menilai INAF dan KAEF akan mendapat untung besar jika vaksin telah berhasil diuji coba kemudian didistribusikan kepada ratusan juta masyarakat Indonesia. "Kita harus jeli menganalisanya agar tidak salah membuat keputusan," tambahnya.

Pendapat berbeda dikatakan oleh pengamat bandarmologi, Argha Karo-Karo, Founder & Creative Director of Creative Trading System. Dalam Vlog nya ia mengatakan bahwa pergerakan harga belakangan ini sering tidak berhubungan dengan fundamental perusahaan.

Ia menganalisa, dari sentimen vaksin Covid-19, bandar menerbangkan saham INAF dan KAEF sehingga seolah natural, tidak terkesan ada goreng-menggoreng di situ. Sangat berbahaya jika investor salah mengerti dalam menilai pergerakan saham.

"Saat naikin harga sebenarnya tidak masalah, tetapi kalau kemudian harganya dijatuhin, itu sangat merugikan investor ritel," kata dia.
 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN