Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik Kino Indonesia. Foto: IST

Pabrik Kino Indonesia. Foto: IST

Berlanjutnya Pertumbuhan Kino Indonesia

Parluhutan Situmorang, Kamis, 7 November 2019 | 23:17 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Kino Indonesia Tbk (KINO) berhasil membukukan peningkatan kinerja keuangan hingga kuartal III-2019 di atas ekspektasi sejumlah analis. Pencapaian tersebut memperkuat keyakinan terhadap keberlanjutan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan hingga beberapa tahun mendatang.

Hal tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target kinerja keuangan Kino Indonesia untuk periode 2019-2020.

Analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, peningkatan target kinerja didasarkan atas kuatnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2019. Revisi naik juga menggambarkan lonjakan pertumbuhan penjualan divisi tertentu milik perseroan tahun ini.

“Kami memilih naik target kinerja keuangan perseroan tahun 2019-2020 sebesar 18-29%. Peningkatan tersebut berdasarkan berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan Januari-September 2019 hingga di atas perkiraan. Adanya perbaikan produksi perseroan juga berimbas terhadap kuatnya pertumbuhan penjualan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Dia menambahkan, revisi naik target kinerja keuangan juga menggambarkan berhasilnya perbaikan jaringan distribusi perseroan dan memfokuskan pengembangan produk baru. Perseroan juga mereformulasi sejumlah produk dengan memperbesar penggunaan bahan baku lokal. Sejumlah langkah tersebut berhasil mempertahankan margin keuntungan perseroan tetap terjaga hingga tahun 2020.

Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba bersih tahun 2019 dari Rp 4,48 triliun menjadi Rp 4,80 triliun. Laba bersih tahun ini juga direvisi naik dari perkiraan semula Rp 435 miliar menjadi Rp 519 miliar. Diproyeksikan margin kotor (gross margin) naik dari 45% menjadi 46,9%. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan Kino tahun 2020 direvisi meningkat dari Rp 5,23 triliun menjadi Rp 5,62 triliun. Sedangkan perkiraan laba bersih tahun depan direvisi tumbuh dari Rp 229 miliar menjadi Rp 295 miliar.

Sedangkan gross margin direvisi meningkat dari 44,8% menjadi 46,9% dan proyeksi margin laba bersih (net margin) ditingkatkan dari 9,7% menjadi 10,7%. Sedangkan perkiraan net margin ditingkatkan dari 4,4% menjadi 5,2%.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KINO dengan target harga direvisi naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000 untuk 12 bulan mendatang. Peningkatan target harga juga mempertimbangkan berlanjutnya program pemerintah untuk menaikkan daya beli masyarakat. Target harga tersebut juga mengimplikasikan perkeriaan PE perseroan tahun 2020 sekitar 24,2 kali.

Lampaui Perkiraan

Hingga September 2019, Kino Indonesia mencatat pertumbuhan laba periode berjalan sebesar 320% menjadi Rp 441 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 105 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan penjualan perseroan sebesar 34,36% menjadi Rp 3,48 triliun, dibandingkan September 2018 sebesar Rp 2,59 triliun.

Sedangkan beban pokok penjualan mengalami kenaikan 31,21% dari Rp 1,41 triliun menjadi Rp 1,85 triliun pada September 2019, sehingga menopang laba kotor perusahaan sebesar Rp 1,62 triliun naik 37,62% dari sebelumnya sebesar Rp 1,18 triliun di September tahun lalu.

Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp 2,01 triliun di kuartal III 2019, atau tumbuh sebesar 43,57% disbanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,4 triliun. Total liabilitas berasal dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 1,89 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 112 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp 4,65 triliun naik 30% dibanding periode akhir 2018 sebesar Rp 3,59 triliun. Total aset dikontribusi dari aset lancar sebesar Rp 2,33 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 2,32 triliun.

“Jika dilihat laporan keuangan perseroan bahwa terungkap pertumbuhan laba inti mencapai 110% menjadi Rp 183 miliar hingga kuartal III-2019. Realisasi tersebut telah melampaui perkiraan target perolehan laba inti perseroan tahun ini hanya Rp 171 miliar. Realisasi tersebut setara dengan 37% di atas target kami tahun ini,” terangnya.

Dia menjelaskan, pertumbuhan kinerja keuangan ini didukung seluruh divisi bisnis perseroan dengan peningkatan tertinggi dicetak divisi perawatan tubuh (personal care). Bisnis ini berkontribusi hingga 47% terhadap total pendapatan sampai September 2019. Divisi minuman menyumbang 38%.

Sedangkan sisanya dikontribusikan divisi makanan dan farmasi berkontribusi. Seluruh divisi perseroan mencetak pertumbuhan penjualan hingga September 2019. Danareksa Sekuritas juga menyebutkan kesuksesan perseroan membukukan lonjakan laba bersih didukung atas penggunaan bahan baku dari dalam negeri, efisiensi produksi, dan tingginya margin keuntungan divisi makanan.

Ketiga faktor tersebut membuat kenaikan gross margin perseroan dari 45,6% menjadi 46,7%. Perseroan sebelumnya telah melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi perusahaan India, Linanda Consumer India Private Limited pada bulan Juli. Akuisisi ini ditujukan untuk memperluas ekspansi Kino Indonesia di mancanegara. Proses akuisisi tersebut, perseroan menggunakan dana kas internal.

"Pengambilalihan perusahaan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk mempenetrasi pasar internasional terutama India dan Asia Selatan karena pasar tersebut memiliki prospek dan respon yang cukup bagus untuk menerima produk Kino," jelas Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kino Indonesia Budi Muljono, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian sejauh ini Kino Indonesia sudah memiliki pasar di luar negeri, namun masih terbatas di Asia Tenggara. “Perusahaan meyakini bisa meningkatkan pasar ekspor sehingga berkontribusi positif terhadap penjualan perseroan,” kata dia.

Kino Indonesia merupakan salah satu perusahaan di sektor consumer goods dengan lingkup bisnis yang meliputi produk-produk perawatan tubuh, makanan, minuman serta farmasi. Saat ini, perseroan memiliki 19 merek dengan 16 kategori produk, beberapa di antaranya telah hadir dalam keseharian konsumen.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA