Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indofood CBP. Foto: IST

Indofood CBP. Foto: IST

Berlanjutnya Tren Pertumbuhan Indofood

Parluhutan Situmorang, Senin, 11 November 2019 | 07:50 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menunjukkan tren pertumbuhan kinerja keuangan yang solid hingga akhir tahun. Bahkan, kuatnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III- 2019 mendorong sejumlah analis merevisi naik target kinerja keuangan perseroan hingga beberapa tahun ke depan.

Indofood membukukan peningkatan laba bersih sebesar 11,5% menjadi Rp 3,88 triliun hingga September 2019, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,48 triliun. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan sebanyak 11,2% dari Rp 29,47 triliun menjadi Rp 32,79 triliun.

Perseroan juga mencetak pertumbuhan margin keuntungan kotor (gross margin) menjadi 34,3% hingga kuartal III-2019, dibandingkan periode sama tahun lalu 32,5%. Sedangkan margin operasional dan margin keuntungan bersih naik masing-masing menjadi 17,3% dan 11,8%.

Perseroan mencatat bahwa penyumbang utama pendapatan masih berasal dari penjualan mie senilai Rp 21,66 triliun atau tumbuh 12,3% dari Januari-September 2018 sebanyak Rp 19,30 triliun. Sisanya berasal dari penjualan susu olahan dengan kontrobusi Rp 5,99 triliun, makanan ringan Rp 2,07 triliun, bumbu mencapai Rp 1,88 triliun, nutrisi dan makanan khusus RP 699 miliar, dan minuman Rp 1,46 triliun.

Produk Indofood di gerai supermarket. Foto: EMRAL
Produk Indofood di gerai supermarket. Foto: EMRAL

Indofood CBP mencatat kenaikan bisnis paling pesat datang dari bisnis bumu (food seasonings) dengan kenaikan 83,9% dari Rp 1 triliun menadi Rp 1,88 triliun hingga September 2019. Sedangkan bisnis minuman justru mencetak penurunan tipis 0,3% dari Rp 1,468 triliun menjadi Rp 1,463 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin mengatakan, realisasi kinerja keuangan Indofood CBP hingga kuartal III-2019 tersebut sudah sesuai perkiraan consensus analis. Namun perolehan tersebut di bawah perkiraan Mirae Asset Sekuritas.

“Realisasi tersebut baru mencapai 78,1% dari target perkiraan laba bersih perseroan tahun 2019 berdasarkan perkiraan Mirae Asset Sekuritas, tetapi perolehan tersebut sudah sesuai ekspektasi konsensus analis,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Meskipun realisasi laba bersih di bawah perkiraan, Mimi mengatakan, tingkat pertumbuhan keuntungan Indofood CBP justru menunjukkan kenaikan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan gross margin perseroan dari 11,4% pada kuartal II-2019 menjadi 12,3% pada kuartal III-2019. Peningkatan ini memperkuat keyakinan terhadap kenaikan laba bersih perseroan tahun ini sekitar 14% menjadi Rp 5,2 triliun.

Perseroan juga menunjukkan normalisasi pertumbuhan penjualan setelah pertumbuhan penjualan hanya single digit. Namun, perseroan menunjukkan hal positif terkait penjualan mie instant dengan margin EBIT yang terus mengalami peningkatan hingga menjadi 23,5% pada kuartal III-2019. “Kenaikan tersebut didukung atas biaya bahan baku yang stabil,” terangnya.

Mirae Asset Sekuritas juga melihat bahwa biaya iklan dan promosi perseroan diperkirakan hanya mencapai Rp 1,6 triliun hingga akhir tahun. Angka tersebut kemungkinan hanya setara dengan 3,6% dari total pendapatan tahun ini. Dengan perkiraan tersebut, biaya iklan dan promosi perseroan pada kuartal IV-2019 diperkirakan cenderung turun.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ICBP dengan target harga Rp 13.300. Target harga tersebut merepresentasikan perkiraan PE tahun ini sekitar 26 kali. Target harga tersebut juga telah mempertimbangkan perkiraan jenis produk baru perseroan.

Indofood. Foto: DEFRIZAL
Indofood. Foto: DEFRIZAL

“Kami memandang positif Indofood CBP atas keberhasilannya mendongkrak volume penjualan melalui pengembangan produk mie baru dan kemampuannya dalam menentukan harga jual. Dominasi pangsa pasar juga menjadi sentimen positif terhadap perseroan,” terangnya.

Mirae Asset Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 5,21 triliun tahun 2019 dan diharapkan kembali naik menjadi Rp 5,96 triliun pada 2020, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 4,57 triliun.

Pendapatan juga diharapkan naik menjadi Rp 43,60 triliun pada 2019 dan Rp 48,23 triliun pada 2020, dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 38,41 triliun.

Revisi Naik

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan, realisasi kinerja keuangan Indofood CBP bertumbuh solid hingga September 2019. Penjualan mie perseroan juga tumbuh solid mencapai 7% didukung besarnya alokasi program keluarga harapan (PKH) pemerintah. Bahkan, gross margin perseroan tercatat yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

“Kami memilih menaikkan proyek penjualan perseroan tahun 2020 sebesar 1,2% dan laba bersih mencapai 5,9%. Peningkatan ini didukung atas solidnya pertumbuhan kinerja keuangan, termasuk margin keuntungan perseroan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Mirae Asset Sekuritas juga memilih mempertahankan rekomendasi beli saham ICBP dengan target harga Rp 13.200. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PER perseroan tahun 2020 berkisar 26,7 kali.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA