Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
paparan publik PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) , Jumat (17/12/2021). Foto: IST

paparan publik PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) , Jumat (17/12/2021). Foto: IST

Berniat Jadi Unicorn, Ini Strategi Metrodata Electronics (MTDL) Tingkatkan Kinerja

Senin, 20 Desember 2021 | 06:27 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menargetkan dalam 3 tahun ke depan dapat menjadi perusahaan bergelar unicron. Untuk itu, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja.

Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja menjelaskan, untuk mencapai level Unicorn, sebuah perusahaan harus berkapitalisasi pasar sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14,5 triliun. Sedangkan saat ini kapitalisasi pasar dari saham MTDL telah mencapai Rp 9 triliun.

“Posisi saham perseroan saat ini sudah mencapai 50% dari target. Kami proyeksikan target tercapai dalam 1 tahun hingga 3 tahun ke depan,” jelasnya dalam paparan publik akhir pekan lalu.

Susanto melanjutkan, peningkatan kapitalisasi pasar tentu harus diiringi dengan peningkatan kinerja dari perseroan. Maka dari itu, MTDL telah siapkan beberapa strategi jitu, yang terbagi dalam 3 tahap.

Pertama, melakukan investasi secara tidak langsung pada perusahaan-perusahaan startup melalui perusahaan venture capital, secara jangka panjang diharapkan mendatangkan keuntungan yang besar. Investasi yang dilakukan oleh perseroan dianggarkan mencapai US$ 1 juta hingga US$ 2 juta pada setiap tahun.

Kedua, investasi langsung yang dilakukan kepada perusahaan startup yang sudah menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan dan berbasis pelanggan yang masif. Semisal, investasi MTDL pada Sayurbox, sebuah situs belanja online kebutuhan sayur segar.

Dalam aksi itu, perseroan berinvestasi sebanyak US$ 500 ribu dengan melakukan penandatanganan perjanjian investasi dengan perusahaan asal Singapura yakni Kulawarga Asia Pte. Ltd atau biasa dikenal dengan Sayurbox. Dengan demikian, perseroan akan mendapatkan kepemilikan saham di Sayurbox dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan jumlah dan persentase saham berdasarkan perhitungan yang diatur di dalam perjanjian investasi.

Penandatangan perjanjian ini telah diselesaikan pada 20 September 2021.

Kemudian, pada poin ketiga, Susanto mengatakan, perseroan juga berminat membangun startup milik sendiri. Startup itu, nantinya akan mendukung usaha inti dari perseroan dan direncanakan mulai berjalan pada tahun depan. Meski demikian, perseroan belum menganggarkan dana khusus untuk rencana ini.

Tiga poin tersebut, juga sejalan dengan komitmen perseroan dalam berekspansi non organic dan juga memanfaatkan peluang sektor solusi dan konsultasi juga teknologi inkubator ekosistem digital. Begitu juga, diharapkan strategi dari MTDL dapat mendorong percepatan digitalisasi di Indonesia.

Sementara itu, hingga akhir tahun nanti, perseroan juga berharap pendapatan mampu tumbuh hingga 20%. Sejalan, dengan kinerja positif pada kuartal III-2021 yang mampu diraih MTDL meski berada dibawah tekanan pandemi.

Untuk diketahui, pada periode tersebut, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 12,1 triliun atau meningkat 20,9%. Begitu juga dengan, laba bersih naik 31,3% atau menjadi sebesar Rp 351,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut Direktur perseroan Randy Kartadinata, pertumbuhan dicapai berkat kontribusi kedua unit bisnis MTDL, yaitu unit bisnis Distribusi dan unit bisnis Solusi & Konsultasi.

Secara rinci, kontribusi pertumbuhan penjualan di unit bisnis Distribusi didorong oleh diversifikasi produk terutama Chromebook dan produk gaming.

Selain itu, unit bisnis Distribusi juga menjalankan partnership bersama mitra-mitra global untuk produk lainnya. Di sisi lain, pada unit bisnis Solusi & Konsultasi, salah satu kontribusi pendapatan didukung oleh penyediaan produk dan implementasi proyek KOMI (Konverter BI-FAST System MII), penjualan Cloud, dan solusi 8 pilar MTDL lainnya yang juga terus meningkat di tengah pandemi.

“Saat ini juga semakin besar peran bisnis solusi MTDL bagi transformasi industri perbankan yang terus berkembang ke arah bank digital,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama juga, perseroan memperoleh persetujuan dari para pemegang sahamnya untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham/stock split dengan rasio 1:5. Dengan demikian, perseroan tinggal menunggu persetujuan dari Otoritas Pasar Modal untuk tanggal efektif. Stock split bertujuan menarik minat para investor, salah satunya investor ritel.

“Seperti diketahui jumlah investor ritel saat ini terus meningkat sehingga membuka peluang bagi mereka untuk ikut memiliki saham MTDL. Dengan stock split ini maka nominal per lembar saham MTDL yang sebelumnya Rp 50 menjadi Rp10,” kata Susanto.

Sehingga, harga saham yang baru lebih terjangkau dan diharapkan likuiditas perdagangan saham MTDL semakin meningkat, seiring dengan kinerja perusahaan yang baik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN