Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi vaksin. Foto: Pixabay.

Ilustrasi vaksin. Foto: Pixabay.

Bersiap, Kalbe-Genexine akan Uji Vaksin Covid-19 pada Juni 2020

Farid Firdaus, Kamis, 28 Mei 2020 | 21:39 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menandatangani nota kesepahaman dengan Genexine Inc untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Kalbe bersama perusahaan biologi asal Korea Selatan tersebut sepakat untuk melakukan uji klinik GX-19 di Indonesia.

Pengembangan vaksin DNA terhadap Covid-19 dilakukan perseroan secara konsorsium yang melibatkan Genexine, Binex, the International Vaccine Institute (IVI), GenNBio, the Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST), dan Pohang University of Science & Technology (POSTECH). Uji klinik vaksin Covid-19 rencananya akan dilakukan pada Juni 2020.

Direktur Kalbe Farma Sie Djohan mengatakan, kerja sama pengembangan vaksin Covid-19 tersebut merupakan kontribusi perseroan untuk membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. “Kalbe berharap melalui upaya penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19 ini secara cepat bisa mendapatkan hasil, sehingga kebutuhan vaksin di Indonesia dapat terjamin ketersediaannya,” kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (28/5).

Sebagai informasi, riset vaksin ini sebelumnya telah dilakukan kepada Primata dan telah terbukti menghasilkan antibodi yang mampu menetralisir virus corona baru. Dengan begitu, tahap berikutnya akan diuji kepada manusia.

Sie Djohan menambahkan, perseroan akan menggandeng lembaga pemerintah terkait untuk berkolaborasi mengembangkan vaksin Covid-19. Dengan demikian, proses penelitiannya bisa berjalan lancar dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia.

Seperti diketahui, Kalbe tercatat telah menjalin kerja sama dengan Genexine melalui pembentukan perusahaan patungan bernama PT Kalbe Genexine Biologic pada 2015. Ketika itu, kolaborasi dalam rangka membangun pabrik obat, termasuk bahan baku obat di Delta Silikon 3 Cikarang, Jawa Barat.

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Kalbe Farma telah menyetujui pembagian dividen tahun buku 2019 sebesar Rp 937,5 miliar kepada pemegang saham. Jumlah dividen tersebut setara 37% dari realisasi laba bersih tahun lalu. Adapun nilai dividen setara dengan Rp 20 per saham.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengakui, rasio dividen 2019 turun dibanding dividen tahun buku 2018 yang sebesar 50% dari laba bersih. Langkah ini merupakan upaya perseroan dalam menghadapi ketidakpastian selama 2020 dari dampak pandemi Covid-19. Alhasil, perseroan melakukan inisiatif meningkatkan cadangan arus kas sepanjang tahun ini.

Prospek Saham

Kalangan analis mengungkapkan, Kalbe Farma menunjukkan penguatan kinerja keuangan di tengah pandemi Covid-19. Wabah penyakit tersebut berdampak positif terhadap penjualan sejumlah obat maupun alat kesehatan perseroan.

Hal itu memperkuat keyakinan Danareksa Sekuritas terhadap prospek kinerja keuangan dan saham Kalbe Farma hingga akhir tahun ini. Penjualan diperkirakan naik dari Rp 22,63 triliun pada 2019 menjadi Rp 24,21 triliun pada 2020. Laba bersih diproyeksikan naik dari Rp 2,51 triliun menjadi Rp 2,52 triliun.

Analis Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, permintaan sejumlah produk perseroan baik obat, alat kesehatan, maupun produk kesehatan diperkirakan meningkat di tengah pandemi Covid-19. “Peningkatan tersebut diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun, sehingga berimbas positif terhadap kinerja keuangan perseroan pada pengujung tahun ini,” tulis Natalia dalam risetnya.

Sentimen positif terhadap kinerja keuangan dan saham Kalbe Farma, ungkap dia, juga didukung oleh rencana pemerintah untuk memangkas pajak perusahan dari 25% menjadi 22% tahun ini. Hingga kini, aturan pemangkasan pajak tersebut masih dibahas dan masih menunggu pengumuman resmi pemerintah dalam waktu dekat.

Berdasarkan proyeksi, pemangkasan pajak perusahaan tersebut bisa berimbas terhadap kenaikan laba bersih Kalbe Farma sebesar 4,7% tahun ini dibandingkan perkiraan semula hanya 0,6% tanpa pemotongan pajak. Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga direvisi naik dari Rp 1.500 menjadi Rp 1.700.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN