Menu
Sign in
@ Contact
Search
Nasabah menarik uang di galeri ATM Bank Mandiri di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Nasabah menarik uang di galeri ATM Bank Mandiri di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Bertumbuh Solid, Saham Bank Besar Ini Tetap Menjanjikan

Jumat, 2 September 2022 | 09:26 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Kinerja emiten saham perbankan hingga Juni 2022 bertumbuh solid. Pertumbuhan laba lima bank mencapai 63,1% menjadi Rp 82,4 triliun. Pertumbuhan tersebut diprediksi terus berlanjut, seiring aktivitas ekonomi yang tetap kokoh.

Baca juga: BRI Danareksa Sekuritas: IHSG bisa Koreksi, Tiga Saham Ini Layak Dicermati

Kelima bank tersebut terdiri atas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Sedangkan pertumbuhan laba bersih tertinggi dicetak BBRI mencapai 100,1%, disusul BBNI mencapai 80,6%. Lonjakan laba didukung sejumlah faktor pertumbuhan kredit dan penurunan provisi hingga Juli 2022. Pertumbuhan kredit tertinggi dicetak BBCA mencapai 13%, diikuti BMRI 11,4%, dan BBRI 9,3%.

Prospek Saham Bank

Saham

Rekomendasi

Target harga

BBCA

Hold

8.800

BBRI

Buy

5.500

BMRI

Buy

10.600

BBNI

Buy

9.400

BBTN

Buy

1.800

Namun demikian, pertumbuhan dana simpanan kelima bank tersebut turun menjadi rata-rata 6,9% pada Juli 2022, dibandingkan periode sama tahun lalu. “Meski demikian likuiditas kelima bank tersebut masih kuat dengan rata-rata LDR mencapai 82,4%, dibandingkan Juli 2021 sebesar 79,9%,” tulis analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Prsetya Gunadi dalam riset terbarunya.

Terkait prospek dalam hingga penghujung akhir tahun, margin keuntungan bersih (NIM) kelima bank diprediksi cenderung stabil, seiring pertumbuhan kredit yang lebih pesat, dibandingkan pertumbuhan simpanan. Sejumlah bank juga diperkirakan memiliki fokus berbeda-beda, seperti BBNI memprioritaskan penyaluran kredit ke nasabah risiko rendah, BMRI fokus segmen yield tinggi, BBCA fokus pada segmen korporasi, dan BBRI melanjutkan fokus segmen kredit mikro.

Samuel Sekuritas juga memperkirakan bahwa pergerakan harga saham bank kemungkinan berisiko dalam jangka pendek, seiring peluang kenaikan suku bunga. Namun prospek secara keseluruhan tetap kuat dengan potensi peningkatan kinerja keuangan yang berimbas terhadap harga saham.

“Kami memperkirakan bahwa bank besar tetap outperform, dibandingkan bank kecil hingga akhir tahun. Seluruh bank besar diperkirakan juga mampu mencetak rekor baru tahun ini. Dengan pilihan teratas saham BBRI dan BMRI,” tulisnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com