Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

Gubernur BI Perry Warjiyo. Sumber: BSTV

BI: Sentimen Positif Pelantikan Joe Biden akan Dorong Aliran Modal Asing Masuk Rp 269,3 Triliun

Kamis, 21 Januari 2021 | 17:41 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia mengungkapkan, dilantiknya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru akan memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, sentimen positif di pasar keuangan didorong oleh pernyataan Joe Biden terkait upaya percepatan vaksinasi Covid-19, serta kemungkinan adanya peningkatan ekspansi fiskal yang semakin mendorong pemulihan ekonomi di AS.

“Kita juga cermati statement dalam inagurasi Joe Biden, bahwa kondisi pasar keuangan global kemudian semakin positif,” tuturnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (21/1).

Lebih lanjut, ia memperkirakan sentimen positif juga akan mendorong aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik mencapai US$ 19,1 miliar atau Rp 269,3 triliun.

Perkiraan ini  jauh lebih tinggi dibandingkan aliran masuk modal asing pada 2020 yang tercatat mencapai US$ 11 miliar. “Dengan pernyataan yang menyejukan yield US Treasury mengalami penurunan dan kondisi pasar keuangan global semakin baik sejalan perkiraan. Perkiraan kami juga ada perbaikan ekonomi global, karena terus berlanjutnya stimulus fiskal dan moneter banyak negara maju dan berkembang,” tuturnya.

Dana Asing Terus Masuk
Lebih lanjut Perry menjelaskan bahwa memasuki awal 2021, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik terus berlanjut dan mencapai US$ 5,1 miliar hingga 19 Januari 2021. Ini termasuk ke penerbitan obligasi global oleh pemerintah.  

Kebijakan moneter akomodatif, suku bunga rendah, dan ekspansi moneter di banyak negara juga menyebabkan kondisi likuiditas global meningkat. "Seiring dengan ekspektasi perbaikan perekonomian global, termasuk arah kebijakan fiskal pemerintah AS yang baru, di tengah kondisi likuiditas global yang besar dan suku bunga yang tetap rendah, perkembangan ini kembali mendorong aliran modal ke negara berkembang dan menopang penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia,” tandasnya.

BI juga mencatat, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik pada kuartal IV-2020 mencapai US$ 2,1 miliar, berbalik arah dari kuartal sebelumnya yang mencatat net outflow US$ 1,7 miliar.

Menkeu Sambut Positif
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pelantikan Joe Biden akan membawa harapan terhadap pemulihan ekonomi global yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

“Ekonomi global masih menghadapi ketidakpastian. Namun, AS yang hari ini memiliki presiden baru tentu merupakan harapan untuk segera pulih, dan juga memberikan kepastian bagi ekonomi dunia,”ujarnya.

Selain faktor meredanya ketidakpastian global, Menkeu mengatakan bahwa kinerja ekonomi Tiongkok juga mulai menunjukkan pemulihan, meski masih tumbuh di bawah 3%. Ini akan turut menciptakan kepastian bagi ekonomi global.

Kendati begitu, ia mengatakan, dunia masih menghadapi tantangan ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 dan perubahan iklim yang perlu terus diwaspadai.

“Kita perlu terus merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi kita, dan di saat yang sama tetap waspada dan memberikan prioritas agar Covid-19 bisa ditangani dan dikendalikan,” tuturnya.

 

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN