Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi. Foto: Laporan tahunan PT Multipolar Tbk.

Ilustrasi. Foto: Laporan tahunan PT Multipolar Tbk.

Bidik Penjualan Tumbuh 15%, Multipolar Investasi di Unicorn Otomotif Carro

Selasa, 20 Juli 2021 | 12:45 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Sebagai bagian dari transformasi menjadi perusahaan investasi teknologi yang melayani konsumen kelas menengah di Indonesia, PT Multipolar Tbk (MLPL) ikut berinvestasi di unicorn otomotif Asia Tenggara, Carro. Carro yang didirikan pada tahun 2015, memulai bisnisnya sebagai online marketplace untuk mobil, sebelum melakukan ekspansi secara vertikal.

Direktur Multipolar Agus Arismunandar mengatakan, perseroan akan fokus pada layanan konsumen berbasis teknologi dengan terus mencermati perilaku dan kebutuhan konsumen di Indonesia. Untuk itu, sebagai perusahaan investasi, perseroan terus membuka peluang investasi di perusahaan berbasis digital atau perusahaan rintisan (startup). Hal tersebut lantaran banyaknya tren baru di era teknologi saat ini.

Carro resmi mendapatkan status unicorn setelah meraih US$ 360 juta atau sekitar Rp 5,1 triliun dalam pendanaan seri C yang dipimpin oleh Softbank Vision Fund 2 pada 15 Juni 2021. Pada tahun 2016, Venturra Capital, anak perusahaan Multipolar  merupakan led investor atas pendanaan seri A senilai US$ 150 juta dengan partisipasi Singtel Innov8, Golden Gate Ventures, Alpha JWC Ventures, Skystar Capital, dan GMO Venture Partners.

Terkait target 2021, Multipolar yang merupakan emiten holding multi-sektor mengantisipasi bahwa dampak pandemi Covid-19 akan terus berlanjut sepanjang tahun ini dan pengelolaan kas akan tetap menjadi area fokus perseroan.

Pada tahun 2021, perseroan berencana untuk terus mendorong nilai operasional dari perusahaan-perusahaan dalam portofolio perseroan, mengevaluasi dan mengeksekusi peluang investasi termasuk potensi kemitraan dan divestasi, dan merampingkan biaya dan lebih meningkatkan efisiensi operasional.

”Berdasarkan rencana tersebut, perseroan meyakini bahwa penjualan neto akan tumbuh positif, dengan target pertumbuhan 10%-15% pada tahun 2021,” katanya dalam paparan publik, Senin (19/7).

Tahun lalu, Multipolar mencatat penjualan Rp 10,27 triliun, turun sekitar 15,99% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,32 triliun. Perseroan mencatat rugi tahun berjalan menjadi Rp 989,53 miliar. Angka ini menurun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,04 triliun.

Sementara itu, hasil RUPST memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2020. Selain itu, RUPST juga mengubah susunan pengurus perseroan. Sekretaris Perusahaan Multipolar Natalie mengatakan, rapat menerima dan menyetujui pengunduran diri Wakil Presiden Komisaris Independen Roy Mandey.

Dengan demikian, susunan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan untuk sisa masa jabatan terhitung sejak ditutupnya rapat hingga ditutupnya RUPST untuk tahun buku 2022 yang akan diselenggarakan 2023, yakni Presiden Komisaris Bunjamin Jonatan Mailool. Komisaris Independen Alexander S Rusli dan Hadi Cahyadi. Komisaris Jeffrey Koes Wonsono dan Henry Jani Liando. Lalu, Presiden Direktur Adrian Suherman dan Wakil Presiden Direktur Rudy Ramawy. Direktur Agus Arismunandar, Fendi Santoso, dan Yerry Goei.

Setujui Buyback

Sedangkan, RUPSLB Multipolar memutuskan menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham. Buyback saham sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor dengan nilai buyback saham Rp 284,43 miliar. Perseroan menyiapkan biaya maksimal Rp 425 miliar untuk buyback saham. Perseroan akan batasi harga maksimal pembelian kembali saham sebesar Rp 720 per saham.

Dengan asumsi tersebut, maka jumlah saham bukan pengendali dan pemegang saham utama pasca pembelian kembali saham adalah 2.570.909.639 saham atau mewakili 17,56% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Aksi buyback ini tetap dilakukan Multipolar kendati harga sahamnya sudah naik signifikan sejak awal tahun. Agus Arismunandar mengatakan, aksi buyback ini dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan. Salah satunya ialah perihal kestabilan harga.

“Memang harga saham perseroan saat ini dibandingkan beberapa bulan lalu mengalami kenaikan signifikan. Hanya saja kami ingin ada satu mekanisme di mana kami bisa menciptakan kestabilan harga saham perseroan,” jelasnya.

Dia menambahkan, buyback ini dilakukan seiring prospek bisnis perseroan khususnya di bidang ritel yang diyakini akan membaik setelah vaksinasi dan pembatasan kegiatan sosial masyarakat.

“Seiring dengan pemulihan ekonomi tentunya juga nilai investasi kami yang tertekan sekarang karena pandemi itu juga akan naik kembali. Jadi saya masih melihat ada potensi pertumbuhan lebih lanjut,” ujar Agus Arismunandar.

Adapun, rencana buyback saham perseroan dapat dilakukan dalam kurun waktu 18 bulan. Pelaksanaan buyback saham dimulai pada 21 Juli 2021 hingga 20 Januari 2023. Setelah buyback, sesuai aturan menjadi saham treasuri yang rencananya disimpan selama tiga tahun.

“Setelah pelaksanaan pembelian kembali saham, perseroan masih tetap memenuhi ketentuan peraturan OJK dan BEI yatu tidak akan mengakibatkan berkurangnya jumlah saham pada suatu tingkat tertentu yang mungkin mengurangi secara signifikan likuiditas saham di bursa efek,” ungkapnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN