Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu fasilitas milik PT Widodo Makmur Unggas (WMU). Foto: Perseroan.

Salah satu fasilitas milik PT Widodo Makmur Unggas (WMU). Foto: Perseroan.

Bidik Rp 349,41 Miliar, Widodo Makmur Tetapkan Harga IPO Rp 180 per Saham

Senin, 25 Januari 2021 | 11:50 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Widodo Makmur Unggas menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum perdana (intial public offering/IPO) senilai Rp 180 per saham, sehingga total dana yang bakal diraup dari aksi korporasi ini mencapai Rp 349,41 miliar.

Target dana tersebut dihitung dari jumlah saham yang bakal dilepas mencapai 1,94 miliar saham baru atau setara dengan 15% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Angka tersebut lebih rendah dari rencana semula sebanyak 35% atau 5,92 miliar saham.

“Perseroan akan menggelar penawaran umum selama 25-27 Januari, masa penjatahan saham dilaksanakan pada 29 Januari, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan 2 Februari,” tulis manajemen dalam prospektus resmi, Senin (25/1).

Saat IPO saham ini, Widodo Makmur juga menggelar program alokasi saham untuk karyawan (employee stock allocation/ESA) sebanyak 145,58 juta atau setara 7,5% dari saham yang ditawarkan. Program management employee stock option plan (MESOP) mencapai 1% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Adapun, penjamin pelaksana emisi efek IPO Widodo Makmur antara lain PT CIMB Niaga Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Ketiganya dibantu enam penjamin emisi efek, antara lain PT Danasakti Sekuritas Indonesia, PT Panca Global Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Valbury Sekuritas Indonesia, PT Waterfront Sekuritas, dan PT Yulie Sekuritas Tbk.

Sebelumnya, Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas’adi mengatakan, sebanyak 74,3% dana hasil IPO saham akan diserap untuk ekspansi melalui penambahan serta perluasan sarana produksi. Perseroan akan membangun fasilitas breeding parent stock peternakan di Gunungkidul, fasilitas layer commercial farm di Klaten, fasilitas hatchery di Sukabumi, fasilitas broiler commercial farm di Wonogiri, fasilitas rumah potong di Cianjur, dan feed mill di Ngawi.

“Sisa dana IPO sebesar 25,7% akan digunakan untuk modal kerja untuk pembelian bahan baku pada feed mill dan pembelian ayam broiler komersial untuk slaughter house,” kata dia.

Peningkatan kapasitas produksi perseroan diharapkan berdampak terhadap penetrasi pasar yang lebih baik ke depan. Tahun ini, WMU memproyeksikan penjualan melonjak 436% dan laba bersih 259% dari tahun lalu. WMU tetap fokus pada pengembangan bisnis produksi karkas, mengingat sepanjang semester pertama tahun lalu produksi karkas tumbuh 22% menjadi 16.000 ton.

Saat ini, komposisi kepemilikan saham WMU dimiliki oleh PT Widodo Makmur Perkasa 90%, Warsini 5%, dan Wahyu Andi Susilo 5%. Setelah IPO dan program ESA, struktur kepemilikannya akan menjadi Widodo Makmur Perkasa 76,50%, Warsini 4,25%, Wahyu Andi Susilo 4,25%, publik 13,88%, dan ESA 1,12%.

Sebelumnya, Direktur CIMB Niaga Sekuritas I Wayan Gemuh mengatakan, sebagai emiten di bisnis unggas, pihaknya menilai WMU memiliki keunggulan karena menjadi perusahaan yang terintegrasi secara vertikal. Ini artinya, perseroan memiliki kegiatan bisnis dari upstream hingga downstream. Pertumbuhan bisnis unggas utamanya ayam diperkirakan terus melaju seiring dengan konsumsi protein nasional yang semakin meningkat.

“Perlu ditegaskan produk utama WMU adalah ayam, bukan yang lain. Dengan pemahaman ini, saya harap investor tidak salah membandingkan WMU dengan pemain lain di sektor unggas,” jelas dia.

Per 31 Oktober 2020, total aset WMU mencapai Rp 1,33 triliun, total liabilitas Rp 670,44 miliar, dan ekuitas sebanyak Rp 666,43 miliar. Perseroan tercatat membukukan pendapatan Rp 940,91 miliar, melonjak 109,7% dibandingkan Oktober 2019 sebanyak Rp 448,66 miliar. Laba bersih perseroan mencapai Rp 62,62 miliar, melesat 135,9% dari sebelumnya Rp 26,54 miliar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN