Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BSD (BSDE), salah satu emiten properti di Bursa Efek Indonesia.

BSD (BSDE), salah satu emiten properti di Bursa Efek Indonesia.

Bisnis Properti Mulai Pulih, Simak Saham Rekomendasinya

Rabu, 25 Mei 2022 | 10:37 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Awal tahun 2022, emiten properti besar seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berhasil membukukan kinerja positif. Sinyal itu ditangkap pelaku pasar dengan melakukan akumulasi beli pada saham beberapa emiten properti tersebut.

Emiten pengembang properti CTRA sepanjang kuartal pertama 2022 berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 20,75%.  Emiten besar selanjutnya, BSDE membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 21,4% secara tahunan. 

Advertisement

Masih di periode yang sama, SMRA mengalami kenaikan pendapatan sebesar 37,2% secara tahunan pada kuartal I-2022. Sama halnya dengan emiten properti kelas menengah ke  bawah. Semisal, LAND yang mengalami kenaikan pendapatan 55,5% secara tahunan pada tahun 2021.

Baca juga: Phintraco Sekuritas: IHSG Menguat, Perhatikan Saham Konstruksi dan Properti

Menurut analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksono, sektor properti ini sudah mulai untuk bangkit, yang pertama dari sisi sektor rotasi di IHSG, kemudian dari pertumbuhan KPR di perbankan dan relaksasi PPKM yang diberlakukan oleh pemerintah akan kembali memutar perekonomian Indonesia.

“Selanjutnya dengan adanya perpanjangan subsidi PPN diperkirakan juga akan menjadi katalis positif dari sektor properti,” jelasnya kepada Investor Daily.

Namun, ia mengingatkan investor juga perlu memperhatikan akan adanya kenaikan bahan baku maupun bahan pokok akibat adanya kenaikan harga komoditas global karena konflik dari Rusia dan Ukraina.“ Di sisi lain pelaku pasar juga dapat mencermati dari suku bunga yang ada kemungkinan kenaikan di semester II-2022,” ujarnya 

Hal yang senada juga diungkapkan Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee. Menurut dia, saham-saham sektor properti mulai bangkit usai pandemi Covid-19, tapi sampai saat ini secara umum saham-saham properti belum banyak mengalami kenaikan. “Rasanya sektor properti baru mulai pasca pandemi, jadi belum akan naik banyak,” kata dia.

Hans menilai saat ini kinerja sektor properti juga terpengaruh dengan daya beli yang tertekan. Bila ekonomi pulih, maka properti akan segera pulih segera. Sementara itu, mengenai saham LAND, dia mengaku belum melihat adanya sentimen positif dari sisi fundamental.

Secara terpisah, Herditya mengatakan bahwa pergerakan saham LAND secara teknikal sejak Maret 2022 mengalami kenaikan yang cukup signifikan. "Hal tersebut  terlihat dari MACD dan Stochastic yg mulai memasuki area overbought," kata dia.

Baca juga: Lippo Karawaci (LPKR) Garap Pasar Properti Kaum Muda dengan Produk Rumah Tapak Modern

Ia menegaskan, selama masih berada di atas Rp 142 sebagai level support, maka LAND berpeluang menguat kembali dengan target terdekat di Rp 226-250 terlebih dahulu.

Pada kesempatan berbeda, analis BNI Sekuritas Andri Zakaria mengungkapkan bahwa pelaku pasar saat ini memanfaatkan harga murah LAND setelah mencapai titik tertinggi Rp 1.871 pada Juli 2019. “Secara jangka pendek sudah kelebihan pembelian dan divergence indikasi peluang kenaikan sudah relatif terbatas. Minat beli bisa dilampaui minat jual dalam waktu dekat," pungkasnya.

Ia menegaskan, target terdekat berada di Rp 214, tapi dapat menembus Rp 240 hingga Rp 316 selama di atas demand area Rp 142 hingga Rp 160 per saham.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN