Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra. (Foto: Beritasatu Photo)

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra. (Foto: Beritasatu Photo)

Blak-blakan Bos Garuda (GIAA), Dari Jumlah Pesawat hingga Kemampuan Perseroan

Rabu, 7 September 2022 | 11:22 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) blak-blakan mengenai jumlah pesawatnya saat ini dan proyeksi ke depan. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra dalam menjawab permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat kepada Garuda.

Irfan mengungkapkan, jumlah armada Garuda saat ini, yaitu 38 pesawat B737-800, delapan pesawat B777-300, 16 pesawat A330-300, tiga pesawat A330-200, dan tiga pesawat A330-900. Namun, lanjut Irfan, jumlah pesawat yang dapat dioperasikan perseroan saat ini adalah sekitar 30 armada.

Baca juga: Profil Konglomerat Muda Sujaka Lays, Pemilik Black Diamond (COAL)

Dalam suratnya, BEI sebenarnya menanyakan terkait rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED) atau rights issue, non-HMETD atau private placement, dan obligasi wajib konversi (OWK). BEI menanyakan apakah dengan adanya dana PMHMETD, berapa penambahan jumlah pesawat Garuda? Dan, apakah hal tersebut telah menjadikan operasional perseroan telah optimal?

“Dengan adanya dana PMHMETD, perseroan akan melakukan kegiatan restorasi dan maintenance atas total 61 armada yang dimiliki agar dapat meningkatkan serviceability pesawat dan operasional perseroan dapat berjalan lebih optimal dalam menghadapi perkembangan kondisi pasar,” jawab Irfan dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (7/9/2022).

Lebih lanjut, terang Irfan, terkait rencana penambahan jumlah armada atau pesawat, perseroan akan selalu mempertimbangkan kebutuhan serta market demand yang diselaraskan dengan kemampuan perseroan.

Baca juga: Satu Lagi Direktur Medco Energi (MEDC) yang Jual Saham Perseroan, Harganya Rp 887

Sebelumnya, Garuda melakukan penundaan pembahasan agenda PMHMETD, PMTHMETD, dan konversi OWK dari semula pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tanggal 12 Agustus 2022 menjadi 26 September 2022. Terkait hal ini juga, BEI meminta penjelasan perkiraan tanggal-tanggal ke depannya.

“Sehubungan dengan masih diperlukannya koordinasi lebih lanjut dengan para stakeholders, maka indikasi jadwal/tanggal-tanggal penting terkait dengan pelaksanaan PMHMETD, PMTHMETD, dan konversi OWK akan disampaikan melalui keterbukaan informasi selambat-lambatnya pada H-2 pelaksanaan RUPSLB lanjutan,” jawab Irfan.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com