Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi keuangan melalui ATM BNI di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Nasabah melakukan transaksi keuangan melalui ATM BNI di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

BNI Bersiap Cetak Lonjakan Laba

Jumat, 22 Januari 2021 | 04:26 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Pertumbuhan kredit, penurunan biaya pendanaan, biaya kredit, dan restrukturisasi kredit yang mulai kembali normal bakal mendukung kinerja keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI tahun ini. Laba bersih perseroan diprediksi tumbuh pesat.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengungkapkan, laba bersih BNI diproyeksikan melonjak menjadi Rp 11,4 triliun pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun 2020 senilai Rp 2,86 triliun. Peningkatan laba akan didukung oleh pertumbuhan kredit yang diperkirakan mencapai 5,8% tahun ini, peningkatan margin bunga bersih (NIM) yang diprediksi sekitar 30 bps menjadi 4,7%, dan penurunan biaya kredit yang diperkirakan sebesar 254 bps.

“Kami mengasumsikan NIM BNI tahun ini mencapai 4,7%, sejalan dengan penguatan asset yields perseroan berkisar 30 bps dan penurunan biaya dana sekitar 10 bps. Biaya kredit juga diharapkan turun setelah tahun lalu perseroan gencar menaikkan provisi,” tulis Eka dalam risetnya.

Adapun biaya dana BNI diperkirakan turun sekitar 10 bps menjadi 2,7%, seiring dengan penurunan tingkat suku bunga perbankan. Perseroan juga masih memiliki ruang untuk memangkas biaya dana, karena sekitar 48% deposito perseroan jatuh tempo 3-6 bulan. Peningkatan NIM perseroan juga didukung oleh cicilan dari restrukturisasi kredit sebagai dampak Covid-19 yang diperkirakan kembali normal tahun ini.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 8.000. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV tahun ini sekitar 1,26 kali.

Nasabah melakukan transaksi keuangan melalui ATM BNI di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Nasabah melakukan transaksi keuangan melalui ATM BNI di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi lonjakan laba bersih BNI menjadi Rp 11,43 triliun tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu senilai Rp 2,86 triliun. Laba operasional sebelum provisi juga diprediksi meningkat dari estimasi tahun 2020 senilai Rp 25,23 triliun menjadi Rp 29,67 triliun.

Optimisme terhadap BNI juga disampaikan oleh tim riset Sinarmas Sekuritas. BNI merupakan salah satu saham pilihan di sektor perbankan, karena masih atraktif dan pertumbuhan yang menjanjikan.

“Kami menetapkan saham BBNI sebagai pilihan teratas kedua,” tulis tim riset Sinarmas Sekuritas.

Tahun ini, pertumbuhan kredit perseroan diproyeksikan mencapai 5,4%, seiring berlanjutnya pengembangan di sektor infrastruktur serta segmen usaha kecil dan menengah. Pertumbuhan juga didukung oleh pembentukan sovereign wealth fund (SWF) yang berdampak positif terhadap sejumlah proyek infrastruktur yang didukung perseroan.

BNI juga diperkirakan mampu mencetak pertumbuhan dana simpanan sekitar 5,2% tahun ini dan LDR mencapai 89,8%. NIM perseroan juga diharapkan meningkat 23 bps dan biaya pendanaan turun sekitar 20 bps. Hal ini diharapkan berdampak pada peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 9,4 triliun tahun 2021.

Sebab itu, Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 8.175. Target harga tersebut mempertimbangkan peluang peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 9,4 triliun tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu sebesar 3,1 triliun.

Pendapatan bunga bersih perseroan diperkirakan naik menjadi Rp 36,1 triliun dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 32,8 triliun.

Jasa Kustodian

Warga melintas di depan Kantor Cabang Luar Negeri BNI Tokyo. BNI menjadi satu-satunya bank asal Indonesia yang ditunjuk oleh Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Jepang sebagai Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) sehingga dapat melayani Local Currency Settlement (LCS) atau fitur layanan yang memudahkan transaksi antar negara menggunakan mata uang lokal.
Warga melintas di depan Kantor Cabang Luar Negeri BNI Tokyo..

Baru-baru ini, BNI mendapatkan kepercayaan menjadi pemberi jasa kustodian untuk mengelola aset-aset PT Taspen (Persero). Kerja sama ini akan memperkuat sinergi kedua badan usaha milik Negara (BUMN) tersebut, sehingga dapat memberikan nilai lebih bagi kedua perusahaan pelat merah ini.

Sebelumnya, BNI dan Taspen bekerja sama dalam hal pembayaran uang pensiun yang masih berjalan dengan baik sampai dengan saat ini.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengungkapkan, asset under custody (AUC) BNI per Desember 2020 mencapai Rp 270,5 triliun dengan total nasabah mencapai lebih dari 200 institusi. Bila dibandingkan dengan akhir tahun 2019, AUC BNI Custody telah bertumbuh 9% dari AUC 2019 yang sebesar Rp 247 triliun, dengan penambahan nasabah baru pada tahun 2020 sebanyak 35 nasabah baru.

“Hal tersebut merupakan kepercayaan sekaligus prestasi bagi BNI. Kami masih dipercaya untuk melayani transaksi kustodian baik oleh nasabah existing maupun nasabah baru. Ditambah lagi, BNI mendapatkan kepercayaan dari Taspen untuk melayani kebutuhan transaksi kustodian.

BNI berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik untuk Taspen dan berharap kerja sama ini dapat meningkatkan bisnis kedua belah pihak,” ujar Sis Apik.

Selain menandatangani PKS Kustodian, BNI dengan Taspen Life juga meneken nota kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Penyediaan Produk Asuransi Jiwa Kredit dan Penyediaan Layanan Jasa Perbankan. PT Asuransi Jiwa Taspen atau Taspen Life merupakan perusahaan anak Taspen yang bergerak pada bidang asuransi jiwa.

Dengan adanya nota kesepahaman ini diharapkan dapat terjalin kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua pihak khususnya dalam hal pemberian pertanggungan asuransi bagi debitur kredit konsumer BNI.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN