Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menara BNI.

Menara BNI.

BNI Sekuritas Disuntik Modal Rp 225 Miliar

Gita Rossiana, Jumat, 2 Agustus 2019 | 09:40 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyuntikkan dana sebesar Rp 225 miliar kepada PT BNI Sekuritas. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnis brokerage dan investment banking.

Sekretaris Perusahaan BNI Sekuritas Meiliana menjelaskan, penambahan modal tersebut dilakukan dengan pembelian saham dalam bentuk simpanan. Pembelian saham ini setara dengan 75% saham BNI Sekuritas.

"Penambahan modal tersebut menambah modal disetor BNI Sekuritas dari Rp 133,13 miliar menjadi Rp 433,13 miliar," kata Meiliana dalam keterangan resmi, Kamis (1/8).

Lebih lanjut, BNI juga bersedia untuk membeli sisa 25% saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya. Apabila hal tersebut dilakukan, maka kepemilikan saham BNI di BNI Sekuritas bisa meningkat menjadi 92,32%. Sedangkan sisanya dimiliki oleh SBI Financial Services Co Ltd.

"Penambahan modal ini juga tidak mengubah pemegang saham pengendali, BNI tetap menjadi pemegang saham pengendali," tutur dia.

Direktur BNI Sekuritas Geger N Maulana menjelaskan, tambahan modal tersebut akan digunakan untuk mengembangkan bisnis inti perseroan. "Kami dalam pengembangan brokerage dan investment banking business, baik dalam hal capacity maupun capability yang berkualitas," jelas dia.

Geger menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan brokerage ritel dan institusional supaya bisa meningkatkan volume transaksi saham dan pendapatan tetap.

"Dalam pengembangan bisnis investment banking, BNI Sekuritas bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya dalam pengembangan pasar modal dan advisory business di primary capital market," ungkap dia. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat dukungan operasional dan  infrastruktur IT serta SDM yang profesional.

"Penguatan infrastruktur dilakukan dengan terus memperbaiki proses bisnis untuk pengembangan bisnis diimbangi dengan layanan prima kepada para nasabah kami," kata dia.

Sementara itu, sampai saat ini, BNI memiliki lima anak usaha, yakni PT BNI Syariah, PT BNI Life Insurance, PT BNI Multifinance, PT BNI Sekuritas dan PT BNI Asset Management. Kelima perusahaan ini berkontribusi 9,24% terhadap total laba BNI pada 2018.

Sedangkan sampai semester I-2019, BNI mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 7,63 triliun, meningkat 2,7% secara year on year (yoy). Perolehan laba bersih ini bersumber dari pendapatan bunga yang bertumbuh 9,4% menjadi Rp 28,59 triliun. Sedangkan beban bunga bertumbuh 26,2% menjadi Rp 10,98 triliun.

Perseroan juga mencatat penyaluran kredit hingga akhir Juni 2019 sebesar Rp 549,23 triliun, bertumbuh 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 457,8 triliun. Sebanyak 51,9% dari kredit tersebut disalurkan ke segmen korporasi. 

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) bertumbuh 13% dari Rp 526,48 triliun pada semester I-2018 menjadi Rp 595,07 triliun pada semester I-2019. BNI juga mampu menjaga rasio dana murah yang ditunjukkan dari komposisi CASA yang mencapai 64,6% dari total DPK.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross BNI tercatat membaik menjadi 1,8% pada semester I-2019 dari periode yang sama di tahun sebelumnya 2,1%. Credit cost juga menunjukkan perbaikan, dari 1,7% pada semester I-2018 menjadi 1,4% pada semester I-2019. Sementara, coverage ratio meningkat dari 150,2% pada semester I-2018 menjadi 156,5% pada akhir semester I-2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN