Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau pergerakan saham di sebuah galeri sekuritas di Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Investor memantau pergerakan saham di sebuah galeri sekuritas di Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

BNI Sekuritas: IHSG Rawan Profit Taking, Cermati Saham Pilihan ADMR, JPFA, UNVR dan MAPI

Jumat, 24 Juni 2022 | 08:15 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id — BNI Sekuritas memprediksi IHSG menguat terbatas dan rawan profit taking pada perdagangan jelang akhir pekan, Jumat (24/6/2022). Investor dapat mencermati saham ADMR, JPFA, UNVR dan MAPI.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal indeks terlihat berpeluang rebound terbatas dan rawan profit taking sejak warning 21 Juni, dari candle hammer dan di atas 5 day MA.

Advertisement

Trend bullish, selama di atas 6.924, berpeluang menuju 7.063-7.138 (high minggu lalu di 7.138). IHSG closing di atas 5 day MA (6.987). Indikator MACD netral, Stochastic oversold. Selama di atas 6.924, berpeluang menuju (sebelumnya target 6.888 - 7.209 gap tercapai) 7.063 gap - 7.138. Dominan sell power. Range breakout berada di 6.856 - 7.138,” ujar Andri dalam risetnya, Jumat (24/6/2022).

Adapun level resistance indeks diprediksi berada di 7.028/7.063/7.100/7.138 dan level support berada di 6.968/6.924/6.886/6.856. Dengan perkiraan range 6.950 - 7.050.

Baca juga: Pilarmas: IHSG Menguat, Ini Lima Saham Pilihan Berpotensi Cuan Jelang Akhir Pekan

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra menyampaikan, pada perdagangan kemarin Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat cukup signifikan 0,64%, sementara S&P 500 naik lebih tinggi 0,95%, bahkan indeks Nasdaq mencatat penguatan yang signifikan sebesar 1,62%.

“Kenaikan Wall Street seiring dengan penurunan yield treasury 10 tahun. Beberapa sektor seperti consumer staples, utilities, real estate dan perawatan kesehatan (healthcare) masing-masing naik sekitar 2%,” jelas Maxi.

Adapun bursa Eropa ditutup melemah seiring dengan kekhawatiran terhadap inflasi yang tinggi serta perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: IHSG Lanjutkan Kenaikan, Pantau ADHI, CPIN, ICBP, EXCL, SMGR

Sementara itu, sebagian besar bursa Asia Pasifik mencatat penguatan seiring dengan langkah investor dalam memantau potensi ke arah resesi. Bursa yang mencatat penguatan signifkan di antaranya adalah Hang Seng dan Shanghai Composite, namun di sisi lain Kospi terkoreksi.

Sejumlah saham yang dapat dicermati jelang akhir pekan ini adalah PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan rekomendasi buy on weakness target 1.770/1.840 dan stop loss di bawah 1.440. Saham PT JAPFA Tbk (JPFA) dengan rekomendasi buy di atas 1.515 target 1.545/1.580 dan stop loss di bawah 1.430.

Kemudian saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan rekomendasi trading buy pada target 5.050/5.100 dan stop loss di bawah 4.870. Investor juga dapat mencermati saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) akumulasi buy pada target 935/950 dan stop loss di bawah 855.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN