Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi foto pasar surat utang. (sumber: Antara)

Ilustrasi foto pasar surat utang. (sumber: Antara)

BNI Sekuritas Incar Mandat Obligasi Rp 30 Triliun

Gita Rossiana, Minggu, 22 September 2019 | 21:29 WIB

JAKARTA, investor.id - PT BNI Sekuritas menargetkan mandat obligasi bisa mencapai Rp 30 triliun hingga akhir 2019. Sampai saat ini, perseroan sudah merealisasikan sekitar 65% dari mandat obligasi tersebut.

Plt Direktur Utama BNI Sekuritas Geger Maulana menjelaskan, tahun ini perseroan menyiapkan penerbitan obligasi untuk 12 perusahaan. "Ada beberapa perusahaan, baik perusahaan swasta, BUMN, dan anak BUMN yang memberikan mandatnya kepada BNI Sekuritas untuk dibantu dalam hal penerbitan obligasi, sukuk ataupun medium term notes (MTN)," jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta.

Sebanyak 12 perusahaan tersebut, lanjut Geger, siap menerbitkan obligasi dengan nilai yang cukup signifikan. Dia menyebutkan, perusahaan tersebut menerbitkan obligasi dengan nilai rata-rata Rp 1-1,5 triliun.

Adapun tahun depan, perseroan berharap bisa mendapatkan mandat obligasi yang lebih besar lagi. Hal ini seiring dengan pelonggaran moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).

Sementara itu, menurut pipeline Bursa Efek Indonesia (BEI), sampai akhir tahun ini masih ada sekitar 11 perusahaan lagi yang sedang dalam proses penerbitan obligasi.

Perusahaan yang akan menerbitkan obligasi tersebut di antaranya adalah PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) dengan nilai Rp 500 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan II dengan nilai total Rp 2 triliun.

Perseroan menerbitkan obligasi Rp 500 miliar tersebut dalam dua jenis. Pertama, perseroan menerbitkan sebesar Rp 300 miliar dengan tenor tiga tahun dan bunga tetap 11,5%. 

Kedua, perseroan menerbitkan sebesar Rp 200 miliar dengan kesanggupan terbaik (best effort). Obligasi ini juga memiliki tenor tiga tahun dan kupon sebesar 11,5%.

Menurut rencana, perseroan akan menggunakan sebanyak Rp 256 miliar dari dana tersebut untuk membayar pokok utang Obligasi Berkelanjutan I Tahap II tahun 2016 yang akan jatuh tempo pada 14 Oktober 2019. Sedangkan sisanya akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada entitas anak.

Kemudian ada PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang juga menerbitkan obligasi dengan nilai yang sama, yakni Rp 500 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai Rp 3 triliun. Sebelumnya, perseroan sudah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I dengan nilai Rp 256 miliar. 

Obligasi ini dijamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) dengan tenor tiga tahun. Sedangkan kupon obligasi ditetapkan sebesar 10,5% per tahun dengan pembayaran bunga obligasi pertama pada 25 Desember 2019.

Kemudian ada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang akan melakukan penawaran umum berkelanjutan III tahap V tahun 2019 senilai Rp 1,91 triliun. Surat utang ini ditawarkan dalam lima seri, yakni seri A senilai Rp 795,7 miliar dengan tingkat bunga tetap 7,90% per tahun, yang berjangka lima tahun.

Kemudian, seri B senilai Rp 445 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,40% per tahun, yang berjangka 7 tahun. Seri C senilai Rp 6,2 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,60% per tahun, yang berjangka 10 tahun.

Selanjutnya, seri D senilai Rp 166 miliar dengan tingkat bunga tetap 9,40% per tahun, yang berjangka 15 tahun. Terakhir, seri E senilai Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap 9,90% per tahun, yang berjangka 20 tahun.

Bersamaan dengan obligasi ini, PLN juga menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III tahap V senilai Rp 797,5 miliar. Surat utang ini pun terdiri atas lima seri, bertenor lima tahun, tujuh tahun, 10 tahun, lima belas tahun dan 20 tahun. Masing-masing memiliki jumlah sisa imbalan Rp 6,5 miliar, Rp 10 miliar, Rp 92 miliar, Rp 135 miliar, dan Rp 554 miliar.

Perusahaan yang menawarkan obligasi dengan nilai cukup besar adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan nilai Rp 3,5 triliun. Obligasi ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan IV tahun 2019 dengan nilai total Rp 4,95 triliun. Obligasi ini ditawarkan dalam dua seri. Seri A memiliki tenor tiga tahun dan seri B dengan tenor 5 tahun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN