Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lo Kheng Hong. Foto: Antara.

Lo Kheng Hong. Foto: Antara.

Borong Saham Gajah Tunggal, Lo Kheng Hong Kantongi 5,06%

Selasa, 26 Januari 2021 | 23:29 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Investor kawakan, Lo Kheng Hong meningkatkan kepemilikan saham pada PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menjadi 5,06% dari sebelumnya yang sebesar 4,27%.

Transaksi pembelian saham Gajah Tunggal dilakukan pada 30 Desember 2020 dan 4 Januari 2021. Pada periode tersebut, Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai Warren Buffett-nya Indonesia itu memborong saham Gajah Tunggal sebanyak 27,61 juta saham, sehingga saat ini dia mengantongi 176,48 juta saham.

Harga pembelian saham produsen ban tersebut berkisar Rp 650-680 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham secara keseluruhan mencapai Rp 18,1 miliar. “Transaksi ini bertujuan untuk investasi," kata Lo Kheng Hong dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, dalam unggahan Lukas Setiaatmadja di Instagram disebutkan, ada beberapa hal yang membuat Lo Kheng Hong membeli saham Gajah Tunggal. Alasan pertama adalah dari sisi valuasi saham yang ditandai dengan price to book value (PBV) sebesar 0,4 kali atau tergolong masih murah.

Kemudian, Gajah Tunggal juga merupakan pabrik ban terbesar di Asean dengan penjualan sebesar Rp 9,6 triliun. Nilai buku per saham dari Gajah Tunggal mencapai Rp 1,782.

Meski Gajah Tunggal mencatat kerugian, namun laba operasional perseroan masih positif. Kerugian Gajah Tunggal disebabkan oleh rugi kurs karena nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada tahun 2020, ketika pandemi dimulai.

Namun, apabila pandemi berlalu, Lo Kheng Hong optimistis akan terjadi pembalikan arah, sehingga nilai tukar rupiah menguat. Penjualan ban pun diharapkan bisa kembali pulih ketika pandemi usai.

Berdasarkan data RTI, harga saham GJTL mencapai Rp 790 pada penutupan perdagangan Selasa (26/1). Harga saham ini menurun 4,82% dari harga pada penutupan perdagangan sebelumnya. Dalam sebulan, harga saham GJTL sudah meningkat 20,61% dan dalam enam bulan melonjak sekitar 96,52%.

Adapun Gajah Tunggal adalah produsen ban yang berdiri sejak tahun 1951. Perusahaan memperluas produksi dengan membuat ban sepeda motor pada tahun 1971. Lalu, diikuti pembuatan ban bias untuk mobil niaga dan penumpang pada 1981. Perusahaan baru memulai produksi ban radial pada awal tahun 1990.

Hingga September 2020, penjualan ban radial untuk mobil penumpang mendominasi penjualan sebanyak 41%. Sementara, 60% penjualan disumbang dari penjualan domestik.

Dari sisi kinerja, Gajah Tunggal membukukan penurunan laba kotor sebesar 9,7% menjadi Rp 1,78 triliun hingga September 2020. Pada periode yang sama, perseroan juga membukukan rugi kurs sebesar Rp 304,44 miliar. Hal ini yang menyebabkan Gajah Tunggal menanggung rugi bersih sebesar Rp 104,59 miliar pada September 2020.

Pada tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal dua kali lipat dari alokasi pada 2020. Belanja modal ini digunakan untuk kegiatan maintenance atau peremajaan mesin-mesin dan bottlenecking. Dengan belanja modal ini, perseroan berharap bisa mencapai pertumbuhan penjualan 10-20%.

Untuk meningkatkan pertumbuhan pada tahun ini, perseroan akan melakukan refinancing atas fasilitas kredit dan surat berharga. Sementara itu, dari segi non-finansial, perseroan akan mendorong penggunaan aplikasi speedwork dan meningkatkan efisiensi dengan menekan biaya produksi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN