Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung memotret monitor perdagangan saham dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Pengunjung memotret monitor perdagangan saham dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Bosowa Belum Hengkang, Saham Bukopin Cenderung Bergerak Fluktuatif

Kamis, 2 September 2021 | 10:16 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Pergerakan harga saham PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) cenderung fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Salah satu faktor penyebabnya dipengaruhi atas belum tuntasnya penjualan saham BBKP oleh Bosowa Corporation hingga akhir bulan lalu.

Berdasarkan data Bosowa Corporation masih menggenggam sebanyak 8% saham Bank Bukopin hingga melewati tenggat waktu yang ditetapkan pada 24 Agustus 2021.

Investor awalnya meyakini transformasi Bank Bukopin akan berjalan lancar, seiring dengan perdamaian antara pemegang saham pengendali Bukopin, yakni KB Kookmin Bank dengan Bosowa Corporation. Hal itu mengacu pada putusan Dewan Komisioner OJK yang mengharuskan Bosowa mengalihkan kepemilikan sahamnya di Bukopin dalam tempo paling lambat setahun, karena gagal dalam fit and proper test sebagai pemegang saham pengendali.

Tenggat waktu pengalihan saham sesuai dengan keputusan OJK adalah pada 24 Agustus 2021. Batas waktu tersebut sempat memperkuat keyakinan perdamaian bakal mulus berjalan karena Bosowa telah mencabut gugatannya di Pengadilan atas putusan OJK itu. Hal iini menjadikan harga saham BBKP bergerak menguat hingga mencapai level tertinggi di Rp 660 pada pekan pertama Agustus.

Namun dalam perjalanannya, ternyata Bosowa belum melaksanakan putusan pelepasan saham Bank Bukopin hingga jadwal yang diberikan. Bosowa masih mengempit sekitar 8% saham BBKP hingga tenggat waktu 24 Agustus 2021 terlampuai. Sejak saat itu, harga saham BBKP tren turun dari level Rp 575 menjadi Rp 474 pada 31 Agustus.

Koreksi Wajar

Terkait tren penurunan harga saham tersebut, analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar cenderung menaruh perhatian besar atas apa yang terjadi dalam sebuah emiten. Apalagi jika itu terkait kisruh para pemegang saham besar.

"Terkait dengan penurunan saham memang sebelum-sebelumnya adanya kisruh antara pemegang saham lama dan baru ini turut mempengaruhi sentimen di pasar. Karena pasti pelaku pasar berasumsi kalau ada kisruh berpengaruh pada kinerja fundamentalnya," terangnya.

Namun Reza menilai penurunan harga saham BBKP dalam sepekan terakhir lebih mengarah pada koreksi wajar. Sebab, sebelumnya saham BBKP sudah naik seiring dengan masih belum jelasnya keputusan saham pengendali BBKP.

"Terkait penurunan saham beberapa hari ini trennya lebih kepada sudah price in. Maksudnya kan Bukopin akhirnya sudah bisa dipastikan Kookmin yang menguasai," ujarnya.

Dia menambahkan, kisruh pemegang saham memang bisa berimbas negatif terhadap pergerakan harga saham. Namun hal tersebut tidak lagi terjadi pada saham BBKP, karena sudah dituntaskan.

Deputi Komisioner Perbankan III OJK Slamet Edy mengakui bahwa OJK memang memberikan perpajangan waktu bagi Bosowa untuk mendivestasi sahamnya di Bukopin. "Dalam situasi kondisi pademi Covid ini, memang nggak gampang suatu perusahaan melakukan divestasi. OJK berdasarkan permohonan Bosowa sudah memberikan perpanjangan batas waktu pengalihan saham Bosowa tersebut," tuturnya. Pihaknya berharap divestasi itu berjalan dengan lancar.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN