Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tingkatkan pasar modal Indonesia, BPJAMSOSTEK, ADPI, dan DPLK siap Investasi

Tingkatkan pasar modal Indonesia, BPJAMSOSTEK, ADPI, dan DPLK siap Investasi

BPJamsostek, ADPI, dan DPLK Siap Masuk Pasar Saham

Nabil Alfaruq, Senin, 16 Maret 2020 | 14:05 WIB

JAKARTA, investor.id — BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) serta Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) berencana untuk memasuki pasar modal Indonesia, mengingat kondisi pasar saat ini yang diniliai menguntungkan untuk berinvestasi jangka panjang.

Direktur BPJamsostek Agus Susanto mengatakan bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk mulai berinvestasi di pasar saham. Pasalnya nilai valuasi saham saat ini terbilang cukup murah untuk diinvestasikan.

Namun untuk bisa memulai investasi tersebut, dia merekomendasikan untuk mengkoleksi saham-saham yang memiliki fundamental bagus.

“Kami melihat saat ini adalah sebuah momentum untuk mendapatkan saham-saham dengan kinerja fundamental yg bagus dengan harga yg relatif lebih murah, dan tetap mengedepankan aspek kehati-hatian,” tutur dia dalam konferensi pers BEI di Jakarta, Senin (16/3).

Pihaknya menyadari saat ini pergerakan indeks masih fluktuatif dan lebih cenderung melemah, sebab beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), United Kingdom (UK), dan Indonesia masih baru memasuki fase penyebaran virus korona (covid-19). Dengan adanya hal ini, BPJamsostek akan melakukan investasi jangka panjang, rencananya akan mengalokasikan dana sebesar Rp 6-8 triliun di pasar saham.

 Tingkatkan pasar modal Indonesia, BPJAMSOSTEK, ADPI, dan DPLK siap Investasi
Tingkatkan pasar modal Indonesia, BPJAMSOSTEK, ADPI, dan DPLK siap Investasi

Tercatat hingga Desember 2019, total dana kelolaan saat ini dimiliki sebesar Rp 431 triliun, sejumlah 19% di saham dan 9% di reksa dana, serta mayoritas reksadana yang dimiliki oleh BPJamsostek adalah reksa dana saham. Secara anggaran saat ini ada sekitar Rp 8 triliun. Menurut dia, hal ini akan dilihat lagi apakah transaksi beli atau jual.

"Kami mengevaluasi terus berapa besaran yang kami alokasikan. Kami melihat secara sejarah Januari ke Februari itu sudah bertransaksi senilai Rp 20 triliun, yakni Rp 10 triliun beli dan Rp 9 triliun jual dan net buy-nya Rp 1 triliun," kata Agus.

Dia melihat, dengan masuk ke pasar saham juga dapat membantu BPJamsostek dalam melakukan re balancing, sebab pihaknya perlu melakukan averaging down cost. Rata-rata cost saat ini terbilang cukup tinggi.

“Dengan melihat harga saham saat ini yang cenderung murah dapat membantu kita dalam menurunkan average down cost,” tutur dia

Sementara itu terkait dana pensiun dan DPLK, pihaknya masih dalam proses menghitung jumlah alokasi dana yang akan dinvestasikan, karena data yang ada saat ini belum terlalu lengkap.

Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Suheri menyampaikan bahwa dana kelolaan terhadap ADPI saat ini sekitar Rp 289 triliun, biasanya dalam keadaan normal sekitar 12% dialokasikan di saham, dan apabila sekitar 12% mengalami penurunan, maka akan kembali dialokasikan, sebab ADPI selalu mengalokasikan dana sesuai dengan target yang sudah ditentukan.

Kemudian terkait rencana sektor yang akan diinvestasikan, pihaknya belum bisa menentukan akan masuk ke sektor mana. Namun pihaknya selalu melihat perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja fundamental yang bagu dengan harga relatif rendah.

Selain itu, pihaknya juga melirik perusahaan yang memiliki kapitalisasi besar dan tingkat ketahanan yang baik terhadap global, serta rajin membagikan dividen.

“Sebetulnya bukan hanya LQ45, karena belom semuanya bagus, kami selalu menyarankan untuk masuk ke fundamentalnya bagus, artinya bahwa perusahaan ini bagus dan tumbuh,” tutur dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN