Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ebeneser Girsang, Direktur Utama PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO) dalam diskusi Zooming with Primus - Era Bank Digital live di Beritasatu TV, Kamis (18/3/2021). Sumber: BSTV

Ebeneser Girsang, Direktur Utama PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO) dalam diskusi Zooming with Primus - Era Bank Digital live di Beritasatu TV, Kamis (18/3/2021). Sumber: BSTV

BRI Agroniaga Menuju Bank Digital

Kamis, 18 Maret 2021 | 17:12 WIB
Ester Nuky

JAKARTA, investor.id – PT BRI Agroniaga Tbk, anak usaha  PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), sedang menuju transformasi ke bentuk bank digital.

“Pemegang saham kami, pada awal tahun kemarin, menyampaikan bahwa memungkinkan untuk Bank BRI Agro dapat menjadi bank digital di masa depan. Ini disampaikan pemegang saham pengendali kami, dalam hal ini BRI,” kata Direktur Utama PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO) Ebeneser Girsang dalam diskusi Zooming with Primus bertajuk "Era Bank Digital" yang disiarkan langsung di BeritaSatu TV, Jakarta, Kamis (18/3).

Diskusi juga menghadirkan narasumber Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto dan Presdir PT KB Bukopin Tbk (BBKP) Rivan Achmad Purwantono. Sedangkan sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings Primus Dorimulu.

Ebeneser mengatakan lebih lanjut, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memberi catatan penting terkait kemungkinan Bank BRI Agro dapat menjadi bank digital di masa depan. Ini antara lain, persiapannya harus matang.

"Persiapannya harus matang, harus komprehensif. Kami juga harus menyiapkan banyak hal, bagaimana sumber daya manusia, infrastrukturnya, model bisnisnya, dan target market-nya. Pemegang saham pengendali kami mengatakan, hal ini harus dipersiapkan dengan cepat dan terukur. Kami mencoba mengarah ke yang disampaikan pemegang saham pengendali tadi, menjadi bank yang menuju digital dan ini kami buktikan dari layanan-layanan yang sudah bersifat digital," kata Ebeneser. 

Full Digital Bank Belum Ada
Sementara itu, Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto mengatakan, full digital bank hingga saat ini belum ada di Tanah Air.

Apa yang disebut bank digital? Ya, bank is bank, bank tetap bank. Yang berubah adalah bisnis prosesnya saat ini, yang didorong oleh perubahan ekspektasi publik, yakni dengan smartphone saja customer sudah bisa melakukan apa pun. Sekarang ini customer yang men-drive bank untuk bisa memberikan layanan-layanan yang disebut layanan digital itu. Namun, full digital bank atau yang disebut digital-first bank, ini kita belum ada,” kata Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Anung Herlianto.

Ia mengatakan, bank kini dikategorikan sebagai bank tradisional, semi digital, dan full digital. Traditional bank, lanjut Anung, adalah yang memberikan layanan kepada nasabah seperti semula, tidak berubah. Transaksi bank masih secara face to face, nasabah datang dan mengisi form bila ingin transfer dan melakukan transaksi yang lain.

Untuk digitalized bank, bank tradisional yang kemudian memanfaatkan teknologi informasi dan mengubah layanan menjadi layanan digital. Sedangkan full digital bank adalah bank yang berdiri baru dan sejak awal platformnya sudah digital.

 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN