Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

BRI dan Mandiri Biayai PGN US$ 520 Juta

Farid Firdaus, Selasa, 29 Oktober 2019 | 20:17 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS) meraih fasilitas pembiayaan berupa standby letter of credit (SBLC) dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai US$ 400 juta. Sementara itu, perseroan juga memperpanjang jangka waktu fasilitas kredit non-tunai dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan komitmen hingga US$ 120 juta.

Hal itu terungkap dari laporan keuangan PGN per kuartal III-2019. Perseroan dengan BRI tercatat menandatangani adendum kredit dengan perubahan penambahan nilai plafon atas fasilitas SBLC menjadi US$ 400 juta pada 6 Mei 2019. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 5 April 2020. Per 30 September 2019, fasilitas yang belum digunakan sebesar US$ 236,72 juta.

Lebih lanjut, PGN memperpanjang jangka waktu perjanjian fasilitas non-cash loan yang terdiri atas SBLC, Bank Garansi, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri, dan surat kredit impor yang diperoleh dari Bank Mandiri dengan maksimum nilai plafon sebesar US$ 120 juta.  Kesepakatan ditandatangani pada 26 Agustus 2019.

Dalam perjanjian tersebut, PGN diwajibkan memelihara rasio kemampuan membayar utang minimum 130% dan rasio utang terhadap modal maksimum sebesar 300%. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 26 Agustus 2020. Per 30 September 2019, fasilitas yang belum digunakan sebesar US$ 37,69 juta.

Sementara itu, hingga kuartal III-2019, PGN membukukan pendapatan sebesar US$ 2,81 miliar atau Rp 39,8 triliun dengan kurs rata-rata Rp 14.174 per dolar AS. Pendapatan tersebut berasal dari hasil penjualan gas sebesar US$ 2,18 miliar, penjualan minyak dan gas US$ 292,2 juta, dari transmisi gas US$ 181,1 juta, dan pendapatan usaha lainnya sebesar US$ 156,6 juta.

Per September 2019, PGN berhasil meraih laba operasi sebesar US$ 406,9 juta dan laba bersih US$ 129,1 juta atau setara Rp 1,82 triliun (kurs Rp 14.174 per dolar AS). Adapun EBITDA perseroan hingga September 2019 mencapai US$ 724,52 juta.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menjelaskan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional di berbagai sektor bisnis, PGN akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi. “Tingginya kebutuhan energi di dalam negeri merupakan peluang bagi PGN untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi,” jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (29/10).

Selama periode Januari–September 2019, PGN berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 3.007 BBTUD. Rinciannya, volume gas distribusi sebesar 971 BBTUD, dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.036 BBTUD dan melayani 371.941 pelanggan di seluruh sektor dari kelistrikan, industri, transportasi, komersial, dan rumah tangga.

Terbaru, lanjut Rachmat, PGN mengelola operasional jaringan gas rumah tangga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pasuruan dan Probolinggo. Sebagai sub-holding migas, saat ini total jaringan pipa gas PGN lebih dari 10.000 kilometer. PGN juga mengoperasikan 2 FSRU, 1 land-based regasification terminal, 64 stasiun pengisian bahan bakar gas dan 4 mobile refueling unit.

Tidak berhenti sampai di situ, PGN juga tengah merampungkan pembangunan pipa transmisi Gresik–Semarang sepanjang 267 km. Pembangunan ditargetkan rampung pada Maret tahun depan. di mana saat ini progresnya hampir 100%.

Untuk memastikan optimalisasi penggunaan gas bumi di Jateng, PGN juga bakal membangunan pipa distribusi Semarang-Kendal-Ungaran sepanjang 96 km. Di Sumatera, PGN tengah mengerjakan pembangunan pipa Duri-Dumai tahap II sepanjang 67 km.

Menurut Rachmat, pembangunan infrastruktur yang dilakukan PGN itu, semata-mata demi optimalisasi penggunaan gas bumi. Terdekat, dengan rampungnya pembangunan pipa gas Gresik-Semarang dan Duri-Dumai, maka konektivitas jaringan gas Jawa-Sumatra tinggal selangkah lagi. Praktis, tinggal menyisakan pipa Semarang-Cirebon dan Medan-Dumai.

“Untuk mengantisipasi permasalahan pasokan, PGN juga sedang membangun LNG Terminal di Teluk Lamong, Surabaya. Pembangunan LNG Terminal berkapasitas 40 BBTUD yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan  beroperasi akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023,” ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA