Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Foto: Perseroan.

BRI Ventures Agresif Membidik Fintech

Farid Firdaus, Rabu, 15 Januari 2020 | 20:45 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melalui corporate venture capital (CVC) BRI Ventures berencana mengucurkan investasi pada lima start-up yang bergerak di sektor teknologi finansial (fintech) tahun ini. Sementara itu, perseroan juga membuka peluang investasi pada salah satu unicorn seperti Traveloka.

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan, sejak berdiri pada pertengahan 2019, perseroan setidaknya telah memiliki dua portofolio, salah satunya adalah fintech sistem pembayaran milik BUMN, Link Aja. Pada 2020, perseroan mengincar lebih banyak fintech untuk diberikan pendanaan.

“Sebagai CVC, kami melakukan pendanaan seri B ke atas karena tidak boleh mengambil resiko pada perusahaan yang skalanya terlalu kecil. Fintech yang kita cari adalah yang bergerak di paymentlending dan remitansi,” jelas dia di Jakarta, Rabu (15/1).

Nicko belum dapat mengungkapkan berapa nilai investasi yang akan dikucurkan kepada start-up tahun ini. Namun, nilai investasi tersebut merupakan bagian dari total investasi jangka menengah BRI Ventures yang sebelumnya diumumkan sebesar US$ 250 juta.

Dia menambahkan, venture capital biasanya memiliki periode investasi selama empat tahun. Kemudian dilanjukan periode panen (harvesting) pada empat tahun berikutnya. “Karena masih baru, jadi kita sekarang ini selalu eksplor start-up potensial,” ujarnya.

Nicko mengaku, salah satu perusahaan yang sedang dieksplor adalah Traveloka. Namun, karena status unicorn, tingkat kompeksitasnya berbeda dengan perusahaan di bawah level tersebut. Sementara itu, Nicko juga menyebut aplikasi e-commerce untuk para petani, yakni Tanihub punya peluang pertumbuhan yang baik.

Manajemen Bank BRI sebelumnya memang telah menyatakan ketertarikannya terhadap perusahaan teknologi besar untuk menghadapi digitalisasi pada industri keuangan. Setiap tahun BRI rata-rata mengalokasikan dana Rp 5 triliun untuk investasi dan aksi korporasi. Investasi ke Traveloka bisa diambil dari alokasi belanja tersebut.

Sementara itu, Traveloka, sejak kuartal IV tahun lalu, bisnisnya telah berkembang dari yang semula hanya menawarkan jasa pencarian pesawat secara online, kini mampu menjadi penyedia layanan pembayaran cicilan sebuah produk. Tahun lalu, Traveloka meluncurkan PayLater dengan menggandeng layanan peer to peer (P2P) lending tanah air yang telah mendapat izin dari OJK, yaitu Danamas.

Di luar bisnis PayLater sendirinya, tersebut, Traveloka juga sempat menggandeng BRI dalam peluncuran PayLater Card. Layanan yang diluncurkan di Singapura pada 26 September 2019 lalu itu, dimaksudkan untuk mempermudah akses pembayaran di layanan Traveloka. Khususnya bagi traveler yang selama ini belum memiliki kartu kredit konvensional yang diterbitkan perbankan.

Suntikan BRI

Pada Desember 2019, BRI melakukan transaksi afiliasi berupa penambahan modal kepada BRI Ventures sebesar Rp 500 miliar. Hal ini menyebabkan porsi kepemilikan perseroan di BRI Ventures setelah adanya aksi transaksi afiliasi tersebut menjadi 99,97%.

BRI telah memperoleh izin dari Dewan Komisaris perseroan dan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait aksi ini. Tujuan dilakukannya aksi penamabahan modal tersebut, yakni perseroan ingin memperkuat permodalan PT BRI Ventura Investama dalam rangka melakukan ekspansi bisnisnya. Adapun, nilai transaksi penambahan modal tersebut tidak melebihi 20% dari ekuitas perseroan sesuai dengan aturan dan tidak termasuk transaksi material.

Sejak didirikan, BRI tercatat pernah beberapa menyuntikan modal kepada BRI Ventures.  Pada 26 Juli 2019, perseroan telah meningkatkan penyertaan modal sebesar Rp 800 miliar kepada BRI Ventura. Hal ini menyebabkan porsi kepemilikan BRI menjadi sebesar 99,96%.

Sebagai informasi, langkah awal BRI masuk ke bisnis modal ventura adalah dengan membeli 97,61% saham BRI Ventura yang semula dimiliki oleh PT Bahana Artha Ventura (BAV). Sebelumnya nama BRI Ventura adalah PT Sarana Nusa Tenggara Timur Ventura. Transaksi senilai Rp 3,09 miliar ini dilakukan 20 Desember 2108. Selanjutnya, OJK resmi memberikan izin usaha di bidang modal ventura kepada BRI Ventura pada 1 April 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN