Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kesepakatan bisnis.

Ilustrasi kesepakatan bisnis.

BRI Ventures Himpun Dana Sembrani Nusantara Rp 150 Miliar

Rabu, 25 November 2020 | 22:50 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) menyelesaikan penggalangan dana ventura, Sembrani Nusantara tahap pertama, senilai Rp 150 miliar dari total target Rp 300 miliar. Selain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), para investor yang terlibat di dalamnya antara lain Celebes Capital, Grab, Fazz Financial Group, Investree, dan Pandu Sjahrir.

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan, Sembrani Nusantara yang diluncurkan sejak Juni 2020 cenderung fokus pada perusahaan rintisan (start-up) potensial yang memiliki pertumbuhan berkelanjutan ketimbang start-up berstatus unicorn yang punya valuasi tidak realistis.

“Kami mengapresiasi respons investor Sembrani Nusantara yang menutup pendanaan tahap pertama ini. Para investor sebagian besar adalah pemodal Indonesia dengan pengalaman berinvestasi di start-up dan dana ventura,” jelas Nicko dalam keterangan resmi, Rabu (25/11).

Menurut dia, Sembrani Nusantara menyasar investasi di luar sektor teknologi finansial. Perusahaan modal ventura milik BRI ini akan menggunakan dana tersebut untuk start-up yang bergerak di bidang edukasi, agro-maritim, ritel, transportasi atau logistik, dan kesehatan. Sejauh ini sudah ada dua start-up yang bergabung menjadi portofolio Sembrani, namun belum bisa disebutkan namanya.

Adapun para investor Sembrani Nusantara yang berpengalaman terlihat dari rekam jejaknya, seperti Celebes Capital yang dipimpin oleh pengusaha Irvan Kolonas. Sedangkan investor individu seperti Pandu Sjahrir sudah berkiprah selama puluhan tahun di dunia investasi internasional.

Saat ini, Pandu Sjahrir tercatat sebagai direktur PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dan managing partner Indies Capital Partners. Jabatan Pandu lainnya juga termasuk presiden komisaris SEA Group, serta menempati dewan komisaris Gojek.

“Sedangkan Fazz Financial Group merupakan pihak yang mendukung kuat UMKM dan membuka jalan bagi generasi baru teknopreneur. Hal ini sama seperti yang dilakukan Peter Thiel kepada Facebook dan Silicon Valley,” ujar Nicko.

Perusahaan peer to peer lending seperti Investree pun sangat tertarik terlibat dalam Sembrani Nusantara. Sementara, keterlibatan Grab dinilai sejalan dengan tujuan Grab membawa start-up Indonesia ke dunia internasional. Grab telah banyak membantu start-up di Asia Tenggara melalui program seperti Grab Ventures Velocity dan Grab Tech Center.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, dana Sembrani Nusantara berbagi visi dengan pihaknya untuk membangun ekosistem teknologi yang kuat dan berkembang. Pihaknya percaya start-up memiliki peran kunci memajukan digitalisasi UMKM dan mendukung pemulihan ekonomi Indonesia.

“Melalui Sembrani Nusantara, kami berharap dapat memberikan dorongan kepada para pemula yang berpotensi tinggi karena mereka membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” kata Neneng.

IPO

Baru-baru ini, BRI Ventures bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX incubator menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk menjaring start-up potensial guna menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Aksi ini turut menangkap peluang minat pemodal Asia Tenggara yang menanti start-up bervaluasi besar dari Indonesia yang go public.

Program pertama dari kerja sama ini adalah joint acceleratorStart-up binaan IDX Incubator dapat mengikuti program inkubasi dari BRI Ventures, dan sebaliknya portofolio start-up BRI Ventures dapat mengikuti program road to IPO yang diselenggarakan BEI.

Chief Investment Officer BRI Ventures William Gozali mengatakan, dari kacamata pelaku modal ventura, pihaknya melihat faktor fundamental seperti keuntungan dan bisnis yang berkelanjutan menjadi pertimbangan pemodal berinvestasi pada start-up. Saat ini, perusahaan e-commerce dinilai menjadi salah satu sektor yang potensial untuk IPO.

“Kami pun tidak hanya melihat fundamental start-up yang kuat saja. Tapi juga ride the wave supaya tidak tenggelam. Sektor yang mengarah ke tren positif adalah online to offline e-commerce dan pendukungnya seperti logistik,” jelas dia.

Data BRI Ventures menunjukkan, start-up yang melakukan exit melalui skema IPO mendapatkan keuntungan lebih banyak. Sebab, start-up mengeluarkan biaya IPO yang lebih rendah dan meningkatkan tata kelola perusahaan secara lebih sehat. “Aksi exit yang direncanakan adalah strategi yang paling berhasil bagi modal ventura dan portofolio perusahaan rintisannya,” ujar William.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN