Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para founder Ayoconnect, Chiragh Kirpalani, Jakob Rost dan Alex Jatra.

Para founder Ayoconnect, Chiragh Kirpalani, Jakob Rost dan Alex Jatra.

BRI Ventures Terlibat Pendanaan ke Ayoconnect

Rabu, 5 Agustus 2020 | 11:14 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) turut berpartisipasi dalam pendanaan pra-seri B senilai US$ 5 juta untuk perusahaan teknologi keuangan (fintech), Ayoconnect. Sedangkan investor lainnya dalam pendanaan ini adalah Kakaku.com, Inc. dan Brama One Ventures.

Investor awal seperti spesialis fintech global Finch Capital dan Amand Ventures juga berpartisipasi dalam ronde pendanaan tersebut. Adapun, investor Ayoconnect lainnya adalah Strive dan AC Ventures. Suntikan dana ini terbaru ini membuat total pendanaan yang telah dikumpulkan Ayoconnect menjadi lebih dari US$ 10 juta.

Ayoconnect merupakan fintech business to business yang menghubungkan perusahaan penyedia tagihan, seperti perusahaan listrik atau air, telekomunikasi, institusi pendidikan, dan lainnya dengan mitra pembayaran online dan offline, termasuk Indomaret, PT Pos Indonesia, dan sejumlah institusi keuangan. Perusahaan bersiap membangun jaringan tagihan atau open bill network terbesar di Indonesia.

Co-Founder & CEO Ayoconnect Jakob Rost mengatakan, investor strategis yang tepat sangatlah penting untuk pendanaan Pra-Seri B. Pihaknya mengharapkan kemitraan yang solid dengan investor sebelumnya dan investor baru. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk membentuk ekosistem penagihan Indonesia menjadi satu jaringan terpusat.

“Pendanaan pra-seri B ini akan digunakan untuk investasi dalam teknologi dan pengembangan jaringan kemitraan untuk menghubungkan perusahaan penyedia tagihan dan mitra pembayaran, dengan infrastruktur dasar untuk pembayaran tagihan digital yang terpercaya, aman, dan cepat,” jelas dia dalam keterangan resmi, Rabu (5/8).

Terkait rencana perusahaan ke depan, Co-Founder & COO Ayoconnect Chiragh Kirpalani mengungkapkan, pembayaran tagihan online sangat berperan besar dalam masa Covid-19 karena preferensi konsumen beralih ke digitalisasi. Ayoconnect tetap fokus pada pembayaran tagihan serta menyediakan solusi dengan nilai tambah bersama mitra.

Salah satu solusi yang ditawarkan Ayoconnect adalah sebuah pengingat tagihan atau billing reminder yang membantu mitra seperti Bank Mandiri Card Division dan institusi finansial lainnya, melakukan auto-debet untuk pembayaran tagihan.

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan, teknologi pembayaran tagihan memiliki peran penting dalam berbagai industri vertikal yang saat ini belum terlayani, dan ada kesempatan perkembangan yang besar dalam digitalisasi pada sektor-sektor tersebut.

CEO BRI Ventures, Nicko Widjaja. Foto: IST
CEO BRI Ventures, Nicko Widjaja. Foto: IST

“Kami melihat adanya nilai baik dalam Ayoconnect untuk melayani emerging ekosistem dengan bekerja sama dengan perusahaan penyedia tagihan, aggregator, dan mitra pembayaran. Jaringan terbuka mereka memungkinkan adanya akselerasi pada produk digital dalam ekosistem fintech Indonesia untuk beberapa tahun ke depan,” jelas dia.

Ayoconnect menawarkan sebuah solusi One API yang memungkinkan perusahaan penyedia tagihan memperluas titik pembayaran mereka dengan upaya minimum, sedangkan mitra pembayaran memiliki akses secara langsung ke 2.500 produk tagihan.

Hingga Juli 2020, Ayoconnect telah memproses lebih dari 40 juta pembayaran melalui 600 Perusahaan penyedia tagihan dan 40 mitra pembayaran. Perusahaan telah menggandeng sejumlah mitra seperti DANA, LinkAja, PT Pos Indonesia, Bank BRI, Bank Permata, Bukalapak, Lazada, dan Pegadaian. Jumlah transaksi perusahaan juga tercatat meningkat 400% selama periode Januari-Juni 2020.

Ayoconnect tercatat menambah jumlah pegawai menjadi dua kali lipat, sehingga saat ini memiliki hampir 100 karyawan yang berkantor pusat di Indonesia serta pusat teknologi yang berbasis di India.

Dalam memperkuat tim manajeman, Alex Jatra telah bergabung ke dalam sebagai Chief Financial Officer. Alex bergabung dengan rekam jejak finansial yang kuat,yakni pengalaman bekerja dalam industri private equity, modal ventura, dan di perusahaan ekosistem teknologi Indonesia.

Ayoconnect yang sebelumnya disebut Ayopop didirikan pada November 2015 oleh Jakob Rost dan Chiragh Kirpalani. Ketika itu, ide untuk menerapkan open bill network datang setelah mereka menemukan sektor pembayaran tagihan Indonesia sangat tidak terintegrasi dan efisien. Selanjutnya, pada 2016, perusahaan mengajak Aditya Vora ikut bergabung dan diangkat sebagai Chief Technology Officer pada 2018.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN