Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Buana Kembali Incar Tender Pertamina

Sabtu, 15 September 2018 | 23:54 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA -- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) optimistis kembali mengikuti tender, dan menggarap proyek jasa pengangkutan minyak dan gas (migas) di PT Pertamina. Adapun pada Jumat (14/9), Buana telah mendapat pemulihan sanksi kategori hitam atau keluar dari daftar hitam Pertamina.

Direktur Utama Buana Lintas Lautan Wong Kevin menyatakan, pihaknya bersyukur telah meraih pemulihan atau dapat keluar dari daftar hitam yang sebelumnya diberikan Pertamina sebagai bentuk sanksi. Adapun, sebagai perusahaan yang masih fokus untuk layanan jasa pengangkutan di sektor migas, Buana yakin dilepasnya sanksi dapat menambah peluang ekspansi ke depan.

"Dengan pemulihan itu, kami berharap dapat segera kembali mengikuti tender, dan menggarap proyek dari Pertamina, karena sekarang sudah tidak ada lagi kendala bagi perusahaan. Di samping itu, kami masih yakin dengan kemampuan bersaing, maupun jasa pelayanan yang dapat diberikan Buana Lintas Lautan, kepada Pertamina," ujar Kevin kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (14/9).

Adapun lebih lanjut dia mengakui untuk saat ini dan beberapa waktu ke depan, sektor migas masih akan mendominasi perolehan total pendapatan perusahaan yang dia pimpin. Karena itu, keluarnya Buana Lintas Lautan dari daftar hitam Pertamina dapat menjadi hal yang baik.

Khusus Pertamina, sebelumnya Kevin pernah mengungkapkan, rekanannya itu merupakan salah satu konsumen atau klien besar dari bisnis pengangkutan minyak di emiten berkode BULL itu sejak 37 tahun lalu.

Tercatat, kontribusi total bisnis pengakutan melalui tanker minyak, FPSO, dan FSO berkontribusi 63,83% dari total pendapatan Buana Lintas Lautan yang sebesar US$ 65,09 juta pada 2017.

Karena itu sebelum perseroan keluar dari daftar hitam, Kevin menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya bernegoisasi dengan Pertamina. “Cuma di lain pihak, kami juga berupaya menambah klien lain baik di dalam atau di luar sektor minyak,” papar dia.

Berdasarkan hal itu, selain berniat kembali ekspansi dengan menggarap proyek Pertamina, “Buana Lintas Lautan juga berkomitmen mengembangkan bisnis jasa pengangkutan migas dengan klien lainnya. "Nah, kami masih juga masih berniat merealisasikan rencana untuk ekspansi di jasa pengangkutan batubara," ungkap Kevin.

Mengenai batubara, dia mengungkapkan, sampai 14 September ini perseroan masih dalam tahap pembelajaran. Namun dia tegaskan, Buana Lintas Lautan yakin dapat memulai diversifikasi bisnisnya itu sebelum akhir 2018.

"Kami masih memiliki waktu sebelum akhir tahun, jadi perseroan masih yakin kok. Adapun,” diversifikasi ini akan baik bagi perusahaan, mengingat prospek jasa pengangkutan batubara akan cukup besar di Indonesia ke depan," jelas dia. (dka)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN