Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Buana Lintas Lautan Rights Issue dengan Target Dana Rp 351,86 M

Kamis, 21 Juni 2018 | 18:05 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA– PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) melakukan rights issue sebanyak 2,51 miliar saham baru, dengan target mendapatkan dana segar Rp 351,86 miliar.

Dana hasil aksi korporasi ini akan dijadikan modal untuk memenuhi permintaan kapal yang terus meningkat, mengingat harga kapal bekas masih sangat murah.

“Permintaan ruang kapal tanker minyak diprediksi akan naik 4% di tahun 2018 oleh Clarksons Research, sedangkan perkembangan armada hanya 1%. Berarti permintaan akan tumbuh 4 kali lipat lebih tinggi daripada persediaan yang akan mendorong penyewa berebut untuk mendapatkan kapal yang berujung pada kenaikan signifikan tarif sewa,” kata Direktur Utama PT Buana Lintas Lautan Tbk, Kevin Wong di Gedung Bursa Efek, Kamis (21/6).

Pada 2015 tarif sewa kapal naik dari US$ 15.000/hari menjadi US$ 30.000/hari dalam waktu 1 tahun dengan hanya gap 1% dimana permintaan lebih tinggi daripada persediaan. Dengan gap 3% tahun ini atau 3 kali lipat lebih baik daripada 2015, tarif sewa berpeluang meningkat jauh lebih signifikan.

Dampak peningkatan tarif sewa kapal sangat besar pengaruhnya terhadap laba bersih BULL. Pasalnya, setiap peningkatan tarif charter US$ 1.000/hari di setiap kapal BULL akan meningkatkan laba bersih per tahun per kapal sebanyak US$ 365,000. Sedangkan armada BULL saat ini 17 kapal dan akan terus berkembang.

“Dengan dukungan keuangan dan pendanaan yang andal, dapat diyakinkan bahwa BULL akan mencapai kinerja yang jauh lebih baik lagi daripada tahun 2017,” kata Kevin.



Beyond cabotage

Pertumbuhan industri transportasi angkutan laut --selain dari segmen minyak dan gas--,juga akan tumbuh sangat signifikan sejak Presiden Joko Widodo memberikan penguatan Asas Cabotage menjadi Beyond Cabotage.

“Perseroan juga mendapatkan permintaan untuk kapal pengangkutan batubara, dimana sesuai dengan peraturan Beyond Cabotage, Permendag Nomor 82 Tahun 2017, pada Mei 2020, ekspor batubara dan CPO harus diangkut oleh kapal perusahaan pelayaran Indonesia. BULL juga ingin merambah ke bisnis batubara dan ikut ambil bagian mendukung Peraturan tersebut dan rencananya tidak lama lagi akan ada realisasinya,” lanjut Kevin Wong.

Ini, jelas dia, tentunya prospek yang sangat besar karena Indonesia adalah negara pengekspor batubara terbesar dengan ekspor lebih daripada 300 juta ton per tahun ditambah dengan permintaan dalam negeri yang sekitar 100 juta ton per tahun.



Nilai BULL

Dana dari rights issue akan mempercepat pertumbuhan nilai perusahaan yang berimplikasi peningkatan nilai perusahaan secara berkesinambungan. Secara historis, BULL menggunakan dana dari pasar modal dengan produktif.

Pada tahun 2017, dengan tambahan dana Rp240 miliar BULL meningkatkan kapasitas armadanya dari di bawah 600,000 DWT menjadi 850,000 DWT atau lebih dari 40%. Hal ini mendorong harga saham naik dari sekitar Rp 100, sebelum rights issue di tahun 2017 sampai titik tertinggi di atas Rp 250.

Didukung dengan rights issue sekarang yang lebih besar dan juga aksi korporasi lainnya yang direncanakan, ke depan BULL berpotensi besar mendapatkan laba bersih yang meningkat secara berkesinambungan dan signifikan.

“Didukung prospek dalam negeri yang sangat cemerlang dengan komitment pemerintah dalam hal maritim dan juga penguatan pasar luar negeri yang sangat menjanjikan, kami yakin BULL akan mencapai nilai pasar yang jauh lebih baik daripada sekarang,” kata Kevin, seperti dilansir mediaemiten.com. (PR/gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN