Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tiga Unicorn siap melantai di Bursa

Tiga Unicorn siap melantai di Bursa

Bukalapak dan Traveloka Berniat Dual Listing

Senin, 10 Mei 2021 | 14:06 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id) ,Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –  Bukalapak dan Traveloka juga berniat dual listing, yakni di BEI dan di Nasdaq, AS. Traveloka tengah dalam pembicaraan lanjutan dengan SPAC Bridgetown Holdings Ltd untuk memuluskan jalan ke bursa AS.

Keduanya berencana merger dan perusahaan gabungan itu berpotensi menaikkan valuasi Traveloka yang dinakhodai oleh Ferry Unardi ini menjadi sekitar US$ 5 miliar. Transaksi tersebut berpotensi menggalang dana sekitar US$ 500-750 juta melalui skema investasi swasta di ekuitas publik (private investment in public equity/PIPE).

Ferry Unardi
Ferry Unardi

“Traveloka masih dalam tahap finalisasi serta pemilihan rute terbaik menjadi perusahaan publik,” ujar Head of Corporate Communication Traveloka, Reza Amirul Juniarshah, beberapa waktu lalu.

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara, kata Reza, pencatatan saham Traveloka di Wall Street akan menempatkan perseroan pada liga yang sama dengan perusahaan teknologi kelas dunia lainnya yang juga tercatat di bursa AS tersebut.

Manajemen GoJek dan Tokopedia
Manajemen GoJek dan Tokopedia

Demikian pula Bukalapak berniat listing di bursa AS melalui skema SPAC. Aksi merger dengan SPAC itu diperkirakan akan menghasilkan valuasi sekitar US$ 4-5 miliar. Bukalapak baru saja mengantongi pendanaan baru hingga US$ 234 juta yang dipimpin oleh Microsoft, GIC Singapura, dan Emtek.

Untuk IPO di BEI, Bukalapak menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi. Sejumlah SPAC yang tercatat di bursa Nasdaq (AS) memang tertarik untuk mengakuisisi atau memerger para unicorn di Indonesia, termasuk Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Langkah itu bisa membuka jalan bagi para unicorn tersebut untuk mencatatkan saham di Wall Street.

IPO Grab-Altimeter

Top 10 kapitalisasi pasar di BEI
Top 10 kapitalisasi pasar di BEI

Selain tiga unicorn tersebut, decacorn Grab sudah melangkah lebih maju dalam rencana untuk menggelar IPO di Nasdaq, AS . Grab Holdings Inc menggandeng SPAC Altimeter Growth Corp. Aksi IPO tersebut menargetkan perolehan dana segar hingga US$ 4,5 miliar. Aksi ini berpotensi menjadi penawaran saham terbesar yang pernah ada oleh perusahaan Asia Tenggara di Bursa AS.

Altimeter Growth dan Grab akan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan induk baru. Perusahaan gabungan tersebut diharapkan memiliki valuasi ekuitas secara proforma sekitar US$ 39,6 miliar serta investasi swasta pada ekuitas publik (private investment in public equity/PIPE) senilai US$ 4 miliar.

Share kapitalisasi pasar di BEI
Share kapitalisasi pasar di BEI

Altimeter telah memberikan komitmen hingga US$ 500 juta sebagai bentuk contingent investments.  Skema PIPE dipimpin oleh Altimeter Capital Management dengan total dana senilai US$ 750 juta.

Investor yang berpartisipasi dalam pendanaan tersebut antara lain BlackRock, Counterpoint Global (Morgan Stanley Investment Management), Fidelity International, Permodalan Nasional Berhad, dan Temasek.

Sedangkan investor dari Indonesia tercatat Grup Djarum, Emtek, dan Sinar Mas. Evercore bertindak sebagai penasihat keuangan Grab, sementara JP Morgan dan Morgan Stanley Asia ditunjuk menjadi co-advisor.

Group CEO and Co-founder Grab Anthony Tan. Foto: IST
Group CEO and Co-founder Grab Anthony Tan. Foto: IST

Group CEO and Co-founder Grab Anthony Tan sebelumnya mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa mewakili Asia Tenggara di pasar public global. Aksi ini adalah tonggak perjalanan perusahaan untuk membuka akses bagi semua orang mendapatkan manfaat dari ekonomi digital. Grab membukukan gross merchandise value (GMV) sekitar US$ 12,5 miliar pada 2020, melampaui tingkat pra-pandemi dan lebih dari dua kali lipat dibanding 2018.

Rencana GoTo, Bukalapak, Traveloka, serta Grab-Altimeter yang berniat menggelar dual listing berpotensi menghasilkan valuasi total sekitar US$ 100 miliar. (gtr/tl)

Baca juga

https://investor.id/market-and-corporate/valuasi-megaipo-unicorn-us-100-m

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN