Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pengguna layanan belanja di Bukalapak.com melakukan pembayaran di minimarket di Jakarta, beberapa waktu lalu. (BeritaSatu Photo)

Seorang pengguna layanan belanja di Bukalapak.com melakukan pembayaran di minimarket di Jakarta, beberapa waktu lalu. (BeritaSatu Photo)

Bukalapak Dikabarkan Naikkan Target Dana IPO Saham Menjadi US$ 1 Miliar

Kamis, 8 Juli 2021 | 17:07 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Bukalapak dikabarkan menaikkan target penghimpunan dana melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham menjadi lebih dari US$ 1 miliar. Target ini lebih tinggi sebesar 25% dari perkiraan awal berkisar US$ 500-800 juta.

Berdasarkan dua sumber yang mengetahui informasi ini seperti dikutip dari laman Reuters menyebutkan bahwa peningkatan target penghimpunan dana ini dengan melihat kuatnya minat investor terhadap IPO Bukalapak. "Dengan target dana yang fantastis ini, Bukalapak yang disokong oleh GIC dan Microsoft ini akan menjadi emiten saham terbesar dalam 13 tahun terakhir, bahkan yang pernah dilakukan oleh startup di kawasan Asia Tenggara," tulis Reuters berdasarkan laporannya pada Rabu, (7/7).

Menurut sumber tersebut, antusiasme ini menunjukkan ketertarikan investor terhadap IPO di sektor teknologi yang relatif jarang terjadi di Indonesia. Hal ini sekaligus menunjukkan keterdesakan perusahaan dalam mencari pendanaan untuk menunjang pertumbuhannya yang cepat. Perusahaan teknologi besar seperti Grab sebelumnya, juga menarik dana cukup besar dari pencatatan saham di AS, melalui merger dengan perusahaan special purpose acquisition company (SPAC) sebesar US$ 40 miliar.

Adapun Bukalapak dikabarkan akan melakukan IPO dalam 10 hari mendatang. Kemudian, Bukalapak akan melakukan pencatatan saham (listing) pada Agustus 2021.

Menanggapi hal ini, Vice President for Corporate Affairs Bukalapak Sufintri Rahayu mengatakan, pihaknya masih mengeksplorasi kesempatan bagi perusahaan untuk bertumbuh dan berkembang secara finansial. "Namun saat ini, kami belum membuat keputusan apapun," ujar Sufintri.

Pada bulan lalu, Reuters melaporkan, Bukalapak akan meraih dana sekitar US$ 500-800 juta dari IPO saham, tergantung dari permintaan investor dan kondisi pasar. Valuasi dari Bukalapak dikabarkan akan menjadi lebih dari US$ 5 miliar atau meningkat dua kali lipat dari dua tahun lalu.

Bukalapak akan melepas sekitar 20% saham dalam IPO tersebut. Investor yang tertarik membeli IPO Bukalapak berasal dari investor lokal dan regional serta salah satu investor asal AS yang baru fokus berinvestasi di sektor teknologi.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN