Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).  (Foto: beritasatu photo)

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). (Foto: beritasatu photo)

Bukalapak Masuk ke Lima Indeks Saham, termasuk LQ45

Jumat, 24 September 2021 | 06:15 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjadi anggota baru di lima indeks saham, yaitu IDX30, LQ45, IDX80, JII, dan JII70. Seiring dengan itu, sejumlah saham, yaitu PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Link Net Tbk (LINK) masing-masing tak lagi menjadi penghuni indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.

Berdasarkan keterangan resmi BEI, Kamis (23/9), saham Bukalapak saat ini menduduki posisi ke-10 di IDX30 dan posisi ke-13 di LQ45. Di masing-masing indeks tersebut, saham Bukalapak berada di atas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL). Sedangkan di IDX80, saham Bukalapak berada di posisi 25 atau di atas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Selanjutnya, di indeks JII dan JII70, saham Bukalapak mendepak PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ). Saham Bukalapak menduduki posisi ke-6 di indeks JII, sedangkan di JII70 berada di posisi 15.

Dengan adanya evaluasi fast entry indeks tersebut, evaluasi minor untuk indeks JII dan JII70 yang seharusnya efektif pada tanggal 1 Oktober 2021 dimajukan menjadi 29 September 2021. Adapun daftar dan jumlah saham yang digunakan dalam penghitungan indeks pada indeks-indeks tersebut akan efektif berlaku pada 29 September 2021.

Sementara itu, mengenai kinerja, Bukalapak berhasil mencatat pertumbuhan total processing value (TPV) sebesar 54% menjadi Rp 56,7 triliun pada semester I-2021. Pertumbuhan TPV perseroan didukung oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 15% dan kenaikan average transaction value (ATV) sebesar 34%.

Perbaikan tersebut menjadikan rugi bersih perseroan bisa ditekan sebesar 25,7% menjadi Rp 763 miliar pada semester I-2021 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 1,03 triliun. Perseroan juga mencatatkan posisi kas positif hingga akhir Juni 2021 sebelum memperhitungkan dana hasil IPO saham.

“Sebesar 75% TPV perseroan pada semester I-2021 berasal dari luar daerah tier 1 di Indonesia, di daerah dimana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung-warung kecil ritel terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat,” ungkap manajemen Bukalapak dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.

Secara rinci, TPV mitra pada kuartal II-2021 dan semester I-2021 masing-masing naik sebesar 237% menjadi Rp 14,2 triliun dan 227% menjadi Rp 23,9 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi mitra terhadap TPV perseroan meningkat dari 22% pada kuartal II-2020 menjadi 48% pada kuartal II-2021. ATV mitra pada kuartal II-2021 meningkat sebesar 98% dibandingkan kuartal yang sama tahun 2020. Hal itu ditopang oleh kenaikan pada jumlah produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para mitra.

Bukalapak pun membukukan pendapatan kuartal II-2021 senilai Rp 440 miliar atau tumbuh 37% dibandingkan periode sama tahun lalu. Peningkatan tersebut menjadikan pendapatan perseroan sampai semester I-2021 mencapai Rp 864 miliar atau bertumbuh 35%. Sedangkan pendapatan mitra Bukalapak pada kuartal II-2021 tumbuh sebesar 292% menjadi Rp 145 miliar, dan pendapatan mitra pada semester I-2021 naik sebesar 350% menjadi Rp 290 miliar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN