Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Area penambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Area penambangan batu bara PT Bukit Asam Tbk. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Bukit Asam Optimistis PLTU Sumsel 8 Tuntas Kuartal I-2022

Kamis, 27 Agustus 2020 | 19:33 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) optimistis pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sumsel 8 2X620 MW tuntas pada kuartal I-2022. Sedangkan progres proyek tersebut diharapkan mencapai 65% sampai akhir tahun ini.

Direktur Keuangan Bukit Asam Mega Satria mengatakan, meski Indonesia diadang pandemi ovid-19, pembangunan PLTU Sumsel 8 masih berjalan dengan baik. Bahkan, progress pembangunannya telah mencapai 45% hingga kini. "Memang ada sedikit penyesuaian waktu, namun diharapkan akhir tahun ini bisa tuntas 65% dan 100% pada kuartal I-2022," terang dia dalam acara Konferensi Pers Virtual, Kamis (27/8).

Proyek PLTU Sumsel 8 diperkirakan membutuhkan batu bara sebanyak 5,7 juta ton per tahun. Dalam membangun PLTU ini, perseroan menggandeng China Huadian Hongkong Company Ltd dengan membentuk perusahaan konsorsium bernama PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP). Proyek ini menelan investasi sekurangnya US$ 1,68 miliar.

Selain membangun PLTU Sumsel 8, perseroan sedang mengerjakan pembangunan rooftop solar di Bandara Soekarno Hatta. Proyek investasi US$ 194.400 ini akan selesai tahun ini.

Bukit Asam sebelumnya juga telah memiliki tiga PLTU. Pertama, PLTU Banjarsari yang beroperasi sejak 2015. Lalu, ada PLTU Tanjung Enim yang beroperasi sejak 2012 dan PLTU Pelabuhan Tarahan yang beroperasi sejak 2013.

Lebih lanjut, perseroan juga tengah meningkatkan kapasitas angkutan kereta api batu bara. Mega mengungkapkan, proyek jalur kereta baru Tanjung Enim-Kramasan tersebut ditargetkan selesai pada 2024. Kemudian, perseroan juga sedang membangun jalur Tarahan 2 yang akan selesai pada 2025.

Selain jalur kereta baru, perseroan juga akan meningkatkan kapasitas jalur kereta Tanjung Enim-Kertapati dan Tanjung Enim-Tarahan. "Dengan peningkatan kapasitas jalur kereta batu bara, kapasitas angkut perseroan bisa bertambah hingga lebih dari 30 juta ton per tahun,"papar dia.

Investasi lain yang dilakukan perseroan adalah proyek konversi batubara bersama Air Product and Chemicals Inc dan Pertamina. Saat ini, perseroan tengah mematangkan proses front end engineering design (FEED) yang diikuti dengan tahap engineering procurement and construction (EPC).

Proyek pabrik diperkirakan menelan investasi hingga US$ 3,2 miliar. Pabrik tersebut ditargetkan mulai produksi komersial pada 2025 dengan konsumsi batubara sekitar 6 juta ton per tahun selama minimal 20 tahun. Air Products merupakan pihak yang bertindak sebagai investor bisnis upstream dan downstream.

Perluas Pasar

Adapun tahun ini, Bukit Asam berencana menjual batu bara ke beberapa negara baru, seperti Brunei Darussalam, Vietnam dan Australia. Ekspansi ke pasar baru ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan penjualan ke negara tujuan utama yang terkena dampak Covid-19.

Pada semester I-2020, penjualan ekspor mencapai 5,2 juta ton. Jumlah ekspor tersebut mencapai 41,4% dari penjualan keseluruhan yang mencapai 12,5 juta ton hingga Juni 2020. Sementara untuk penjualan batu bara domestik masih menjadi prioritas perusahaan dengan porsi sebanyak 58,6% atau sekitar 7,3 juta ton.

Dari sisi produksi, perseroan memproyeksi produksi batubara sebanyak 25 juta ton tahun ini. Hingga Juni 2020, tercatat sebanyak 11,9 juta ton. Kemudian kapasitas angkutan batu bara mencapai 11,7 juta ton di periode yang sama.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN