Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang Bukit Asam. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Tambang Bukit Asam. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Bukit Asam Raih Laba Rp 1,77 Triliun

Rabu, 1 September 2021 | 14:48 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,77 triliun hingga semester I-2021. Nilai ini meningkat 38,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,28 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan Rabu, (1/9), laba tersebut ditopang oleh pendapatan pada semester I-2021 yang mencapai Rp 10,29 triliun atau meningkat 14,09% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 9,01 triliun.

Pendapatan tersebut bersumber dari penjualan batu bara yang paling banyak berasal dari domestik, yakni mencapai Rp 5,69 triliun.

Selain itu, penjualan juga berasal dari Tiongkok yang meningkat signifikan, yakni dari Rp 141,16 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp 1,85 triliun pada semester I-2021. Penjualan lainnya berasal dari India, Filipina dan negara lain di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Beban pokok pendapatan juga tercatat meningkat 4,33% menjadi Rp 6,74 triliun dari Rp 6,46 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perseroan bisa menekan beban umum dan administrasi menjadi Rp 838,54 miliar.

Bukit Asam juga mencatat peningkatan liabilitas sebesar 34,03% menjadi Rp 9,53 triliun dari Rp 7,11 triliun pada semester I-2020. Peningkatan liabilitas ini disebabkan oleh meningkatnya liabilitas jangka panjang yang mencapai Rp 4,06 triliun dan liabilitas jangka pendek mencapai Rp 5,47 triliun.

Aset perseroan mengalami pertumbuhan 12,43% dari Rp 24,05 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp 27,04 triliun pada semester I-2021. Pertumbuhan aset ini ditopang oleh aset lancar sebesar Rp 10,2 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 16,84 triliun

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Apollonius Andwie sebelumnya mengatakan, perseroan memang berharap kinerja akan meningkat pada semester I-2021. Kendati, perseroan menghadapi berbagai tantangan di tengah pandemi Covid-19.

Kendati demikian, perseroan optimistis kinerja membaik dan bisa mencapai target produksi batu bara 30 juta ton tahun ini. Perseroan juga akan menangkap berbagai peluang di tengah gejolak tersebut.

"Kami menyoroti peluang peningkatan permintaan di pasar global terutama menjelang musim dingin," ujar dia.

Hal senada sebelumnya juga disampaikan Direktur Utama Bukit Asam Suryo Eko Hadianto. Dia optimistis bisa mencapai pertumbuhan laba pada tahun ini. Meskipun pada akhir tahun, Bukit Asam membukukan penurunan laba 41,2% menjadi Rp 2,38 triliun.

Adapun faktor pendukung pertumbuhan laba  adalah dari sisi harga batubara yang relatif membaik dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, kemampuan produksi Bukit Asam juga akan diperbaiki supaya bisa menghasilkan produksi dan penjualan yang sesuai harapan.

Lebih lanjut, Suryo juga akan mempercepat eksekusi proyek-proyek yang sudah dicanangkan Bukit Asam. Eksekusi proyek ini akan dilakukan oleh manajemen baru dengan tetap menjaga integritas dan tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG) yang baik. Adapun salah satu proyek yang sedang digarap Bukit Asam saat ini adalah hilirisasi batubara menjadi dimethyl ether (DME).

Selain itu, perseroan juga akan mengembangkan kapasitas batubara menjadi 50 juta ton (PTBA Emas). Pengembangan kapasitas ini akan didukung oleh pendanaan yang cukup besar, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Kami akan mendongkrak kapasitas existing menuju PTBA Emas sebesar 50 juta ton, dalam waktu dekat bisa tercapai," papar dia.

Direktur Pengembangan Usaha Bukit Asam Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin menambahkan, saat ini, produksi batubara Bukit Asam masih di bawah 30 juta ton. Sedangkan untuk menambah kapasitas menjadi 50 juta ton, perseroan akan meningkatkan kapasitas angkutan.

Dia menyebutkan, pada tahun ini, pihaknya akan meningkatkan kapasitas Kertapati menjadi 7 juta ton per tahun. Kemudian kapasitas Tarahan akan ditingkatkan menjadi 25 juta ton per tahun. Lalu, akan ada penambahan kapasitas di Kramasan sebesar 20 juta ton yang akan terealisasi pada Januari 2024.

"Dengan penambahan kapasitas angkutan itu sudah bisa melebihi kapasitas produksi PTBA Emas sebesar 50 juta ton," papar dia.

Lebih lanjut, Fuad mengungkapkan, selain mengembangkan proyek hilirisasi batubara, perseroan juga mengembangkan proyek strategis nasional lainnya. Proyek tersebut adalah kawasan industri berbasis batubara. Menurut Fuad, saat ini Bukit Asam sudah mendapatkan Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) non efektif. Izin tersebut akan menjadi efektif apabila Bukit Asam selesai menyiapkan perizinan analisis dampak lingkungan (Amdal) dan penetapan lingkungan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN